Show simple item record

dc.contributor.advisorYusman
dc.contributor.advisorMa'mun
dc.contributor.authorDesrial, Ahmad
dc.date.accessioned2025-01-14T07:14:18Z
dc.date.available2025-01-14T07:14:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160698
dc.description.abstractIndustri gula kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan karena tingginya permintaan terhadap produk gula kelapa. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal, dan petani kurang berminat untuk mengembangkan industri ini. Padahal, bahan baku tersedia dalam jumlah besar. Strategi pengembangan industri gula kelapa sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah serta keberlanjutan produk turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai produksi gula kelapa dengan menggunakan pendekatan Supply Chain Management, menganalisis pendapatan pelaku usaha, nilai tambah nilai tambah gula kelapa dengan menggunakan metode Hayami dan menganalisis marjin pemasaran, selanjutnya merumuskan strategi pengembangan industri gula kelapa untuk meningkatkan perekonomian melalui analisis SWOT dan QSPM. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain survei, in-depth interview, FGD dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gula kelapa berkaitan oleh beberapa faktor seperti jenis kelapa, kondisi cuaca, ketersediaan bahan bakar, keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas gula kelapa, dan fluktuasi harga. Pendapatan bersih rata-rata dari 50 pohon kelapa milik sendiri mencapai Rp 5.127.417 per bulan dan Rp 3.977.417 per bulan untuk sistem sewa. Nilai tambah setiap liter bahan baku sebesar Rp 2.794 (71,93 persen) untuk sistem kelapa sewa dan Rp 3.318 (85,44 persen) untuk sistem kelapa milik sendiri. Studi ini mengidentifikasi bahwa pengembangan industri gula kelapa berada pada fase “Tumbuh dan Berkembang”. Studi ini merekomendasikan untuk membuat regulasi untuk produk berbasis kelapa dan menciptakan sentra produksi dengan konsep One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan di pasar lokal dan ekspor, membentuk kelompok dan pemberdayaan pelaku usaha gula kelapa, mengembangkan produk turunan kelapa yang bervariasi (gula cair dan gula semut) serta produk lainnya dan mengembangkan Branding Product.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Industri Gula Kelapa Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riauid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordpengembangan ekonomi lokalid
dc.subject.keywordQSPMid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordEkonomi Berkelanjutanid
dc.subject.keywordIndustri Gula Kelapaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record