Show simple item record

Karya Ilmiah Andrologi Kedokteran

dc.contributor.authorSaraswati, Benedikta Diah
dc.date.accessioned2025-01-02T12:38:09Z
dc.date.available2025-01-02T12:38:09Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160451
dc.description.abstractSampai saat ini, berbagai usaha untuk mengembangkan kontrasepsi pria di luar penggunaan kondom dan vasektomi masih memiliki tingkat kesuksesan yang rendah.1 Selain itu diperlukan pengembangan suatu metode kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi namun bersifat reversible. Baik untuk yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal sejauh ini masih sampai tahapan uji klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan imunologik terhadap pengembangan kontrasepsi pria memberikan hasil yang menjanjikan. Pengembangan ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa kontrasepsi yang tersedia bagi wanita sifatnya sangat efektif dan efisien. Hal ini menyebabkan pengembangan kontrasepsi pria melalui pendekatan imunologik terus dieksplorasi dan dilakukan. Salah satunya adalah dengan mencari inhibitor farmakologi berukuran kecil, seperti G-protein coupled receptors, yang mampu menghambat proses pematangan spermatozoa. Akan tetapi, meskipun sejumlah target obat baru yang potensial telah tersedia, namun pengembangan kontrasepsi pria berbasis molekul epididimis masih belum digunakan secara klinik sebelum menjalani percobaan secara in vitro, praklinik secara in vivo pada hewan model, dan akhirnya percobaan klinik. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFK-IPBid
dc.titleEpididymal protease inhibitor (EPPIN) sebagai Target dalam Pengembangan Kontrasepsiid
dc.titleKarya Ilmiah Andrologi Kedokteran
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record