Show simple item record

dc.contributor.advisorPambudy, Rachmat
dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorMahmud, Sania Sasakania Octovanny
dc.date.accessioned2024-12-11T13:48:20Z
dc.date.available2024-12-11T13:48:20Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160143
dc.description.abstractPertanian organik mendukung pencapaian Suistainable Development Goal’s (SDG’s), khususnya tujuan ke – 12 yang membahas tentang produksi dan konsumsi bertanggung jawab. Sejak itu, industri pertanian organik di Indonesia mulai bervariasi dan terus meningkat. Perkembangannya diikuti dengan konversi lahan pertanian organik dan perubahan pola makan ke makanan organik. Di Indonesia, jenis makanan organik yang paling populer adalah beras organik. Beras organik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan lingkungan. Industri beras organik dapat ditemui di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki produsen beras organik sebanyak 458 produsen karena masyarakatnya disebut memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat. Namun, harga beras organik lebih mahal daripada beras konvensional. Hal ini memicu isu preferensi dan willingness to pay konsumen beras organik karena perlu diketahui atribut – atribut yang menjadi preferensi konsumen dan berapa nilai willingness to pay terhadap beras organik. Sehingga dapat memberikan strategi pemasaran yang tepat pada pelaku usaha beras agar dapat berdaya saing, serta meningkatkan daya beli konsumen terhadap beras organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen beras organik, menganalisis nilai willingness to pay konsumen beras organik, dan menganalisis faktor – faktor yang memengaruhi konsumen untuk membayar beras organik di Yogyakarta. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebanyak 111 responden yang tersebar di Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalan analisis deskriptif, analisis konjoin, analisis value-base pricing method, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi atribut preferensi konsumen beras organik di Yogyakarta adalah beras organik yang bersertifikat organik, berwarna putih, pulen, dan berkemasan vakum. Nilai rata – rata willingness to pay konsumen beras organik di Yogyakarta sebesar Rp 22.158 per kilogram. Dan faktor – faktor yang memengaruhi kesediaan konsumen untuk membayar beras organik di Yogyakarta secara nyata adalah harga beras organik.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePreferensi dan Willingness to Pay Konsumen Beras Organik di Yogyakartaid
dc.title.alternativeConsumers Preference and Willingness to Pay Organic Rice in Yogyakarta
dc.typeTesis
dc.subject.keywordWillingness to Payid
dc.subject.keywordconsumers preferenceid
dc.subject.keywordorganic riceid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record