| dc.contributor.advisor | Oktaviani, Rina | |
| dc.contributor.advisor | Sanim, Bunasor | |
| dc.contributor.advisor | Daryanto, Heny K. | |
| dc.contributor.author | Kurniawan, Deden | |
| dc.date.accessioned | 2024-11-07T06:23:32Z | |
| dc.date.available | 2024-11-07T06:23:32Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159366 | |
| dc.description.abstract | Pada tahun 2014 Indonesia melakukan perubahan mendasar dalam
manajemen kelautan dan perikanan untuk membangun lingkungan usaha yang
ramah terhadap ekologi. Rencana tersebut memiliki tiga pilar yaitu kebangsaan,
keberlanjutan, dan kesejahteraan yang tertuang dalam Rencana Strategis 2015-
2019. Jika dilakukan analisis lebih lanjut dalam aturan ini terdapat dua hal yang
bertolak belakang namun perubahan ini harus didukung untuk menciptakan iklim
usaha yang baik untuk mendorong peningkatan pemanfaatan sumber daya yang
berbarengan dengan aspek ekologi lingkungan.
Industri lobster menjadi korban dari adanya kebijakan yang bias tersebut.
Pelaksanan dari aturan ukuran minimum lobster menciptakan masalah sosial
ekonomi, terutama di daerah sentra produksi lobster yaitu di Pulau Lombok.
Aturan ini menyebabkan berhenti industri lobster, baik perikanan tangkap lobster
dan perikanan lobster budidaya karena pengambilan benih lobster secara alami
termasuk sebagai kegiatan yang melanggar hukum. Suatu kebijakan harus melihat
bahwa pertimbangan ekonomi tidak akan berdiri sendiri namun dipengaruhi oleh
politik dan keuangan seharusnya dapat mengesampingkan dampak jangka pendek
dengan melakukan tranformasi pada kebijakan jangka menengah dan panjang
yang diterjermahkan dan diaplikasikan dalam kebijakan perikanan yang ada
secara menyeluruh (Barreiros 2016).
Data primer diambil melalui survei terhadap 96 rumah tangga
pembudidaya lobster. Responden dipilih dengan menggunakan teknik sampling
snowball karena jumlah populasi secara pasti sulit untuk diketahui. Penelitian
dilakukan di Desa Jerowaru dan Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten
Lombok Timur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan
pertimbangan bahwa lokasi terpilih merupakan sentra usaha budidaya lobster
yang masih berjalan di Pulau Lombok.
Penelitian ini melakukan identifikasi faktor dominan dalam pengambilan
keputusan penentuan waktu panen lobster dngan menggunakan Structured
equation model partially least square (SEM PLS ) yang dikembangkan oleh Sen
dan Walle (2014) yang dimodifikasi untuk disesuaikan dengan rumah tangga
perikanan lobster. Hasil studi menunjukkan bahwa keputusan untuk memanen
lobster ditentukan oleh hubungan patron dengan klien, keterbatasan waktu, dan
kompleksitas pekerjaan.
Penelitian ini melakukan analisis hubungan antara penggunaan alokasi
waktu kerja keluarga (faktor produksi) terhadap faktor dominan dalam
pengambilan keputusan penentuan waktu panen pada rumah tangga perikanan
lobster. Penelitian ini membangun model ekonomi menggunakan simultaneous
equation with two stage least square (2SLS). Keterlibatan seluruh anggota
keluarga dalam usaha budidaya lobster tidak menyebabkan berkurangnya
ketergantungan kepada patorn.
Penelitian ini menyusun keputusan bisnis taktis pada usaha budidaya
lobster. Berdasarkan konsep untuk pembedaan keputusan strategis dan taktis
dalam manajemen perikanan tersebut di atas, maka seluruh rumah tangga
perikanan lobster di Indonesia memiliki kewajiban untuk melaksanakan keputusan
bisnis strategis yang sama yaitu patuh untuk melaksanakan aturan hukum dalam
Permen No.56/2016. Sortasi adalah bentuk dari pengambilan keputusan bisnis
taktis dalam usaha budidaya lobster dengan menggunakan lobster gauge. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Agribisnis | id |
| dc.title | Strategi Pengambilan Keputusan Penentuan Waktu Panen Usaha Pembesaran Lobster Di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Agribisnis | id |
| dc.subject.keyword | Alokasi Waktu Kerja | id |
| dc.subject.keyword | Keputusan Bisnis Taktis | id |
| dc.subject.keyword | Pengambilan Keputusan Waktu Panen | id |
| dc.subject.keyword | Sem-Pls | id |
| dc.subject.keyword | Simultaneous Equation With Two Stage Least Square (2Sls) | id |
| dc.subject.keyword | alokasi waktu kerja | id |
| dc.subject.keyword | keputusan bisnis taktis | id |
| dc.subject.keyword | pengambilan keputusan
waktu panen | id |
| dc.subject.keyword | decision making | id |
| dc.subject.keyword | tactical business decision | id |
| dc.subject.keyword | time allocation of work | id |