| dc.description.abstract | Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merupakan salah satu
indikator makro ekonomi yang diperdagangkan melalui futures dan option.
Transaksi selling option on WTI saat ini merupakan transaksi terbesar di dunia.
Sebelum dilakukan perdagangan, perlu dilakukan analisis terintegrasi selling
option on WTI dengan cara analisis fundamental WTI, analisis probabilitas
menang, dan analisis risiko-imbal hasil. Analisis fundamental WTI dilakukan pada
penelitian pertama dan kedua. Analisis probabilitas menang dan analisis risikoimbal
hasil selling option on WTI dilakukan pada penelitian ketiga dan keempat.
Penelitian pertama merupakan analisis fundamental WTI untuk
mendapatkan determinan harga WTI dengan memakai model VECM dan data
bulanan harga WTI, supply WTI, demand WTI, harga emas, nilai S&P 500, T-Note,
indeks US dollar, serta US GDP dari Februari 1990 sampai Juli 2017. Hasil
empiris menunjukkan bahwa variabel supply WTI secara signifikan negatif
merupakan determinan utama harga WTI. Peningkatan (penurunan) pertumbuhan
supply secara dominan menurunkan (meningkatkan) pertumbuhan harga WTI.
Penelitian kedua merupakan analisis fundamental WTI untuk mendapatkan
deteksi dini harga WTI dengan memakai metode OECD dan data bulanan harga
WTI, supply WTI, demand WTI, pasar finansial, serta indikator ekonomi OECD
dari Januari 1990 sampai Oktober 2017. Hasil empiris menunjukkan bahwa model
ini mampu memprediksi harga WTI dengan tingkat keakuratan mencapai 93 %.
Penelitian ketiga adalah analisis probabilitas menang antara strike far out of
the money (FOTM) dan near the money (NTM) pada strategi selling option on
WTI. Data harian harga WTI dari April 1984 sampai Mei 2017 disimulasikan
dengan metode Black Scholes Option Pricing menjadi data premi imbal hasil
bulanan. Data tersebut diuji runtun dan diuji proporsi. Hasil empiris menunjukkan
bahwa probabilitas menang di strike FOTM dan NTM mencapai 94 % dan 49%.
Probabilitas menang strike FOTM jauh lebih tinggi dibandingkan di strike NTM.
Penelitian keempat adalah analisis risiko-imbal hasil antara strike FOTM
dan NTM pada strategi selling option on WTI. Data harian harga WTI dari April
1984 sampai Mei 2017 disimulasikan dengan metode Black Scholes Option
Pricing menjadi data premi imbal hasil bulanan. Data tersebut dilakulan analisis
Value at risk (VaR) dengan metode ARCH-GARCH. Hasil empiris menunjukkan
bahwa selling option on WTI di posisi strike FOTM memiliki risiko yang rendah
setidaknya 12% dengan nilai imbal hasil sebesar 11% per tahun. Nilai imbal hasil
ini jauh di atas suku bunga bebas risiko (the Fed rate) sebesar 1.75% per tahun. | |