| dc.description.abstract | Permintaan Tuna dunia yang sangat tinggi, menjadikan komoditi perikanan
Tuna merupakan salah satu andalan ekspor non migas Indonesia. Menurut publikasi
resmi FAO tahun 2014, bahwa dari produksi tuna dunia yang mencapai 6,8 juta
metrik ton Tuna dan sejenis Tuna, Indonesia memasok lebih dari 16% nya. Namun
demikian, persaingan dalam bisnis Tuna secara global cukup tinggi. Untuk dapat
bersaing dalam bisnis tuna global, penataan rantai nilai bisnis tuna perlu dilakukan.
Dari penataan rantai nilai yang mengintegrasikan semua stakeholder, akan dapat
dilakukan penjaminan kualitas dan kuantitas terhadap komoditas tuna sebagaimana
yang dipersyaratkan oleh pasar intetrnasional. Tujuan dari penelitian ini adalah
ingin menganalisa pengaruh rantai nilai perikanan tuna dan produktivitas terhadap
daya saing industri tuna di Kabupaten Cilacap. Metode analisis yang digunakan
adalan Second Order Structural Equation Modeling.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 253, yang terdiri dari
stakeholder bisnis perikanan tuna. Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan
penting yaitu: a) Rantai nilai perikanan tuna berpengaruh terhadap daya saing
industri tuna dengan loading factor 0.189 dengan p= 0.000; b) Rantai nilai
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tuna dengan loading factor 0.520 dan
p= 0.000; c) Rantai nilai brpengaruh terhadap daya saing industri tuna melalui
intervening variable produktivitas dengan total loading factor 0.4105 Dan p= 0.000.
Pengujian terhadap model penelitian secara simultan terbukti bahwa model telah fit
dengan telah dipenuhinya semua ukuran fitting model yang diidikasikan dengan nilai
Chi-Square kecil yaitu 752.155, RMSEA = 0.076, GFI = 0.903, CFI= 0.875, dan
CMIN/DF = 1.974.
Temuan penelitian ini membuktikan bahwa rantai nilai mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap daya saing industri tuna melalui produktivitas
perikanan tuna. Didasarkan pada hasil temuan tersebut maka strategi yang tepat
untuk peningkatan daya saing industri tuna di kabupaten Cilacap, dapat dilakukan
dengan penguatan rantai nilai perikanan tuna guna meningkatkan produktivitas
perikanan tuna. | |