Transformasi Kapabilitas Dan Strategi Perusahaan Penyedia Layanan Broadband Menghadapi Era Bisnis Digital (Studi Kasus Telkom Group)
View/ Open
Date
2018Author
Setiawan, Sri Damar
Oktaviani, Rina
Idqan Fahmi
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin berkembang
yang mengarah pada konvergensi layanan. Penggunaan layanan suara mengalami
tren penurunan, di sisi lain trafik data mengalami tren peningkatan. Trafik data yang
meningkat disebabkan karena penggunaan internet yang meningkat sebagai akibat
perubahan lingkungan bisnis layanan broadband yaitu makin tumbuhnya
penggunaan bisnis aplikasi dan konten. Lingkungan bisnis perusahaan mengalami
situasi turbulensi yang tinggi, ditandai dengan makin meningkatnya persaingan
antar perusahaan. Tantangan terbaru dari perusahaan global adalah adanya layanan
Over The Top (OTT), yaitu layanan yang menyediakan aplikasi dan konten.
Dampak yang dirasakan oleh perusahaan penyedia layanan broadband dengan
hadirnya OTT adalah penurunan pendapatan (layanan suara dan sms) dan
peningkatan trafik data.
Berdasarkan permasalahan di atas penelitian ini mempunyai tujuan: 1)
analisis situasional kapabilitas perusahaan penyedia layanan broadband pada era
bisnis digital, 2) analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap transformasi
kapabilitas perusahaan penyedia layanan broadband menghadapi era bisnis digital,
3) merumuskan strategi perusahaan penyedia layanan broadband menghadapi era
bisnis digital, 4) merancang model konseptual terkait dengan bisnis perusahaan
penyedia layanan broadband di era bisnis digital, 5) merumuskan beberapa
implikasi dalam upaya perusahaan penyedia layanan broadband dapat bertahan,
tumbuh dan berkelanjutan.
Penelitian lapang dilaksanakan pada perusahaan bidang TIK di Indonesia
yaitu Telkom Group pada bulan Mei - Desember 2017. Data primer diperoleh
langsung dari responden melalui kuesioner dan wawancara mendalam, sedangkan
data sekunder diperoleh dari studi literatur dan data lain yang terkait dengan
penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan
snowball sampling.
Metode yang digunakan pada analisis situasional adalah analisis deskriptif
dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan pada analisis kesenjangan dan
analisis struktur, perilaku dan kinerja berdasarkan data sekunder sumber daya dan
kinerja perusahaan penyedia layanan broadband. Analisis situasional untuk
mengetahui kesenjangan kapabilitas perusahaan menggunakan diagnosa kapabilitas
dari Ansoff dan Donnel (1990). Analisis faktor yang berpengaruh terhadap
transformasi kapabilitas perusahaan menggunakan metode Structural Equation
Modeling (SEM). Analisis prioritas transformasi kapabilitas dan strategi
perusahaan penyedia layanan broadband menghadapi era bisnis digital
menggunakan metode Analytical Network Process (ANP).
Berdasarkan analisis situasional sumber daya menunjukkan bahwa
infrastruktur layanan broadband belum merata di seluruh Indonesia, alokasi
spektrum frekuensi mobile terbatas, dan trafik data mengalami pertumbuhan yang
tinggi. Hasil analisis situasional kinerja perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan trafik data lebih besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan data.
Hasil analisis struktur, perilaku dan kinerja dimana tingkat konsentrasi pasar yang
tinggi di area Jawa dan di luar Jawa pada industri layanan broadband, perusahaan
penyedia layanan broadband sebaiknya berperilaku kolutif, yaitu dengan
melakukan kerjasama dengan sesama perusahaan penyedia layanan broadband.
Tantangan terbaru sudah ada, yaitu tantangan dari OTT perusahaan global dan dari
perusahaan OTT nasional. Hasil analisis situasional lainnya menunjukkan bahwa
kapabilitas perusahaan penyedia layanan broadband belum sesuai untuk
menghadapi tantangan di bisnis aplikasi dan konten. Hal tersebut ditunjukkan
berdasarkan hasil diagnosa masih terdapat kesenjangan antara kapabilitas
perusahaan dengan ekspektasi turbulensi lingkungan masa depan di era bisnis
digital.
Hasil analisis faktor transformasi kapabilitas memperlihatkan bahwa
perusahaan penyedia layanan broadband perlu memperhatikan variabel turbulensi
lingkungan, utamanya indikator turbulensi pasar. Perusahaan harus dapat membaca
perubahan pasar yang mempengaruhi bisnis perusahaan, tidak hanya fokus pada
bisnis konektifitas namun perlu upaya kreatif mengarah pada bisnis digital.
Tantangan bisnis digital dapat dijadikan peluang bisnis yaitu memanfaatkan
keunggulan bisnis konektifitas dengan menentukan keputusan manajemen berupa
model bisnis yang tepat dan melakukan pengelolaan dan kontrol dalam
pelaksanaannya. Upaya selanjutnya adalah transformasi dengan eksekusi keputusan
manajemen berdasarkan proses eksisting atau eksisting yang diperbaiki yang dapat
menghasilkan keluaran optimal. Proses pembelajaran dan penciptaan pengetahuan
pada proses transformasi diharapkan dapat menumbuhkan inovasi dan
meningkatkan produktifitas.
Analisis prioritas transformasi kapabilitas dan strategi menunjukkan bahwa
prioritas klaster tertinggi yang perlu diperhatikan adalah kapabilitas dinamik.
Upaya perusahaan penyedia layanan broadband dalam menghadapi era bisnis
digital adalah melakukan penginderaan lingkungan bisnis untuk menghasilkan
kinerja pemasaran yang tumbuh dan berkelanjutan dengan menetapkan keputusan
manajemen perusahaan yang sesuai serta memerlukan proses transformasi
kapabilitas dengan strategi kolaborasi.
Implikasi manajerial yang dapat dirumuskan adalah perusahaan melakukan
matching kapabilitas terhadap turbulensi lingkungan dan perlu meningkatkan profil
kapabilitas manajemen yang mempunyai keunikan. Untuk menghasilkan kinerja
perusahaan yang optimal, peningkatan kapabilitas perusahaan melalui 3 aktifitas
kapabilitas dinamik. Upaya transformasi strategi yang dilakukan adalah melakukan
penginderaan lingkungan bisnis untuk menghasilkan kinerja pemasaran yang
tumbuh dan berkelanjutan dengan menetapkan keputusan manajemen perusahaan
yang sesuai serta memerlukan proses transformasi kapabilitas dengan strategi
kolaborasi. Implikasi teoritis yang dapat dirumuskan adalah upaya peningkatan
kapabilitas perusahaan pada turbulensi yang tinggi menggunakan pendekatan RBV
dan strategic fit.
Saran penelitian lebih lanjut tentang kapabilitas dinamik di era bisnis digital
adalah melakukan pengujian model penelitian pada industry penyedia layanan
mobile broadband di Indonesia.
Collections
- DT - Business [372]
