| dc.description.abstract | Transaksi afiliasi adalah pengalihan sumber daya, jasa atau kewajiban antara
entitas pelapor dengan pihak-pihak berelasi, terlepas apakah ada harga yang
dibebankan atau tidak dibebankan. Transaksi afiliasi merupakan aksi korporasi
penting dengan tingkat kejadian tertinggi dari seluruh aksi korporasi perusahaanperusahaan
dalam grup bisnis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan
penelitian secara umum adalah menganalisis secara agregasi transaksi afiliasi serta
determinan lainnya yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan di Bursa Efek
Indonesia. Tujuan penelitian secara khusus pada masing-masing grup bisnis
adalah : (1) menganalisis transaksi afiliasi yang dipengaruhi oleh struktur
kepemilikan ultimate shareholder, good corporate governance, debt to equity
ratio serta periode krisis, (2) menganalisis tipe dan pola transaksi afiliasi, control
variable serta periode krisis yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan (3)
menganalisis pengaruh variabel-variabel ekonomi makro berupa harga minyak
dunia, tingkat suku bunga, nilai kurs, Gross Domestic Product (GDP), siklus
bisnis serta periode krisis berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian secara agregasi adalah : (1) semakin besar proporsi
pemegang saham ultimat dengan dukungan good corporate governance akan
menciptakan perspektif efficient transactions namun sebaliknya akan menciptakan
perspektif conflict of interest, (2) pos-pos rugi laba berpengaruh positif terhadap
nilai perusahaan menunjukkan pola propping; sebaliknya pos-pos di neraca
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan menunjukkan pola tunneling;
semakin besar perusahaan tidak menjamin semakin baik corporate governance
sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan; DER menunjukkan transaksi
afiliasi kental dengan nuansa thin capitalization, dan (3) harga minyak dunia
berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan; tingkat bunga
berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan; kurs berpengaruh
positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan; GDP berpengaruh negatif
secara signifikan terhadap nilai perusahaan disebabkan konsumsi yang menopang
GDP bukan investasi, liquidity preference investor asing yang bermotif spekulasi
serta kurangnya financial literacy para investor rumah tangga; siklus bisnis
berpengaruh positif (searah) secara signifikan terhadap nilai perusahaan, dan
periode krisis berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian terhadap Grup Astra adalah : (1) proporsi pemegang saham
ultimat dominan sampai 70% dengan dukungan good corporate governance
menciptakan perspektif efficient transactions, (2) tipe transaksi penjualan dan
penghasilan, pembelian dan biaya dengan pola propping berpengaruh positif
secara signifikan terhadap nilai perusahaan; tunneling tidak terhindarkan namun
tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan; semakin besar perusahaan
semakin berpotensi menurunkan nilai perusahaan namun tetap terkendali terlihat
dari pengaruh negatif namun tidak signifikan; DER yang cukup tinggi
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan karena adanya usaha perbankan, dan (3) sebagian besar hasil estimasi Model 3 Agregasi berlaku di Grup Astra
namun dengan industri otomotif yang dominan di Grup Astra membuat variabel
kurs berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan; siklus bisnis
berpengaruh negatif (tidak searah) secara tidak signifikan terhadap nilai
perusahaan disebabkan pengaruh negatif konsumsi yang menopang GDP
terdistorsi dengan pengaruh positif liquidity preference dan financial illiteracy.
Hasil penelitian terhadap Grup Lippo adalah : (1) proporsi ultimate
shareholder seimbang dengan non ultimate shareholder sehingga pengaruh good
corporate governance serta misi pemegang saham ultimat akan mempengaruhi
perspektif efficient transaction dan atau conflict of interest, (2) transaksi afiliasi
penjualan dan penghasilan, pembelian dan biaya berpengaruh positif secara
signifikan terhadap nilai perusahaan menunjukkan pola propping; transaksi
afiliasi utang, piutang dan asset tunneling berpengaruh negatif secara signifikan
terhadap nilai perusahaan menunjukkan pola tunneling secara jangka panjang
akan merugikan pemegang saham non ultimat; ukuran perusahaan berpengaruh
positif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan menunjukkan semakin
besar perusahaan akan semakin berpotensi meningkatkan propping yang dapat
meninggikan nilai perusahaan, dan (3) seluruh hasil estimasi Model 3 Agregasi
berlaku di Grup Lippo dengan analisis lebih mendalam terhadap industri real
estate serta perdagangan retail yang menjadi andalan Grup Lippo.
Hasil penelitian terhadap Grup Bakrie : (1) proporsi pemegang saham
ultimat tinggal 22% serta tidak didukung good corporate governance
menciptakan perspektif conflict of interest, (2) transaksi afiliasi penjualan dan
penghasilan bersifat propping dengan perspektif conflict of interest hanya bersifat
"window dressing" serta menjaga persyaratan refinancing; transaksi afiliasi
pembelian dan biaya berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap nilai
perusahaan mengkonfirmasi cash tunneling; transaksi afiliasi utang serta rasio
utang terhadap modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai
perusahaan menunjukkan utang berelasi dan utang pihak ketiga tidak dapat
mengobati krisis finansial; transaksi afiliasi piutang dan asset tunneling
berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan; ukuran
perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan
menunjukkan semakin besar perusahaan semakin besar kesulitan keuangan yang
terjadi, dan (3) seluruh hasil estimasi Model 3 Agregasi berlaku di Grup Bakrie
dengan industri pertambangan yang dominan terpengaruh.
Penelitian ini membuktikan bahwa kekuatan perusahaan di level mikro
dengan perspektif transaksi afiliasi efficient transactions, good corporate
governance, tipe dan pola transaksi afiliasi yang meningkatkan nilai perusahaan
membuat nilai perusahaan lebih kebal (immune) terhadap goncangan dan fluktuasi
ekonomi makro. Sebaliknya kelemahan perusahaan di level mikro karena
perspektif transaksi afiliasi conflict of interest, kurangnya good corporate
governance, tipe dan pola transaksi afiliasi yang menurunkan nilai perusahaan
membuat nilai perusahaan tidak kebal (not immune) dan semakin menurun jika
terkena goncangan dan fluktuasi ekonomi makro. Jadi hasil estimasi Model 1,
Model 2 dan Model 3 saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya. | |