| dc.description.abstract | Fokus utama penelitian ini untuk mengetahui apakah perilaku manajemen
industri perbankan Indonesia sedang menuju ke arah pasar efisien atau kolusif.
Sementara tujuan antara dalam penelitian ini adalah untuk mencari determinan
atau faktor-faktor penentu dinamika profitabilitas perbankan Indonesia selama
periode 2001-2014. Motivasi penelitian ini berawal dari pengamatan fenomenafenomena
riil yang menimpa industri perbankan Indonesia baik ditinjau dari sisi
mikro (perusahaan) maupun sisi makroekonomi. Laporan dari survei independen
berkelas international seperti Asia Pacific Equity Research Financials (2014)
menyatakan bahwa ROTA (return on total assets) perbankan Indonesia berada
dalam posisi tertinggi di kawasan ASEAN, Asia-Pasifik, dan lebih tinggi dari
rata-rata perbankan dunia selama periode 2002-2014.
Profitabilitas perbankan Indonesia yang tergolong tinggi selama empat belas
tahun terakhir ini terjadi seiring dengan perkembangan nilai aset, kredit, dan
deposito yang tinggi. Namun kinerja profitabilitas tersebut juga diiringi dengan
perubahan struktur pasar perbankan yang terlihat semakin kompetitif. Secara
deskriptif, indikasi persaingan dalam dunia perbankan ini dapat terlihat dari
perubahan struktur industrinya dimana jumlah bank beroperasi menurun dari 145
bank (tahun 2001) menjadi 119 bank (tahun 2014). Sementara jumlah unit kantor
cabang justru meningkat dari 6765 unit (tahun 2001) menjadi 19307 unit (tahun
2014).
Dalam pandangan sistem perekonomian agregat, profitabilitas industri
perbankan terkait dengan kondisi dasar perekonomian, struktur pasar dan perilaku
manajemen perbankan. Selama periode 2001 hingga 2014 perekonomian
Indonesia sedang terkena dampak krisis keuangan keuangan global (2008-2010),
sementara Bank Indonesia (BI) selama 2004-2012 juga sedang memberlakukan
regulasi API (Arsitek Perbankan Indonesia).
Pengamatan terhadap fenomena-fenomena riil seperti tersebut di atas
memunculkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Apakah profitabilitas industri perbankan Indonesia terkait dengan perilaku,
struktur pasar, dan kondisi dasar perekonomian?
2. Faktor-faktor penentu apa saja yang meningkatkan dan menurunkan
profitabilitas ditinjau dari sisi internal maupun sisi eksternal perbankan?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok tersebut, dalam penelitian
ini digunakan teori SCP (structure conduct performance) sebagai grand theory
yang berisi tentang keterkaitan antara atribut struktur, perilaku, dan kinerja
industri secara komprehensif. Beberapa penelitian terdahulu terhadap industri
perbankan yang menggunakan teori SCP adalah penelitian Bhatti dan Hussain
(2010) di Pakistan serta Gajurel dan Pradhan (2011) di Nepal. Untuk memperkuat
landasan teori sebagai dasar pemikiran dalam proses menyusun hipotesis dan
mempertajam analisis, dan sintesis maka penelitian ini dilengkapi teori pendukung
seperti teori ALMA (assets libility management) dan teori kalkulasi profitabilitas
model du Pont, Untuk mendapatkan data yang relevan dengan pokok permasalahan,
penelitian ini menggunakan purposive sampling technique sehingga diperoleh
sampel sebanyak 97 bank dengan sampel waktu selama periode 2001-2014. Untuk
kepentingan analisis inferens digunakan teknik analisis regresi model DPD
(dynamic panel data) Regression GMM-Arelanno Bond.
Hasil analisis dan pembahasan menghasilkan tiga temuan utama faktorfaktor
yang signifikan berpengaruh pada pofitabilitas industri perbankan
Indonesia yaitu:
1. Profitabilitas satu tahun sebelumnya (ROTA-lag1 dan ROE-lag1)
2. Indeks konsentrasi pasar HHI (Herfindahl-Hirschman Index)
3. Efisiensi pengelolaan beban operasional (BO)
Koefisien profitabilitas satu tahun sebelumnya (ROTA-lag1 dan ROE-lag1)
bernilai positif (signifikan), hal ini menunjukkan kondisi pasar perbankan semakin
bersaing. Sementara adanya pengaruh positif dari indeks konsentrasi HHI
terhadap profitabilitas dan tidak adanya pengaruh positif dari pangsa pasar,
menurut Smirlock (1985) indikator ini menunjukkan bahwa kondisi pasar
perbankan masih terindikasi kolusi, belum efisien dalam mengelola pangsa pasar
melalui diferensiasi produk. Ditinjau per variabel penelitian, dihasilkan
penemuan sebagai berikut:
1. Faktor-faktor yang meningkatkan profitabilitas adalah profitabilitas periode
sebelumnya, indeks penggunaan ICT-internet, jumlah uang edar /money
supply, perkembangan indeks kurs Rp/USD, indeks konsentrasi
deposito/kredit, struktur laba atau rasio NII/OC), pendapatan bunga dan non
bunga) dan LAR (loan to asset ratio) dan TETA (equity to asset).
2. Faktor-faktor yang menurunkan profitabilitas adalah pertumbuhan ekonomi/
GNI, pangsa pasar deposito/ kredit, interaksi antara konsentrasi pasar dengan
ukuran perusahaan), beban bunga dan overhead), giro wajib mimum dan loan
to deposit ratio, debt to asses ratio dan sensitivity, duus (dumi unit usaha
syariah)
Implikasi hasil penelitian ini adalah:
1. NII (net interest income) dapat ditingkatkan dengan memperbesar volume
kredit karena spread semakin menipis yang terjadi karena suku bunga kredit
menurun.
2. OC (overhead cost) dapat ditingkatkan dengan menghilangkan pemborosan
dan mengurangi sekecil mungkin kesalahan kerja sistem operasional
3. FBI (fee based income) ditingkatkan dengan meningkatkan berbagai variasi
produk perbankan dengan harga jual yang bersaing.
4. Porsi dana murah dalam struktur finansial/modal perlu diperbesar untuk
menekan cost of fund
5. Optimisasi portfolio aset dan kredit untuk meningkatkan kualitas aset sehingga
mencapai optimal return
6. Pada masa yang akan datang, faktor internal yang akan menentukan struktur
pasar yaitu faktor perilaku dan kinerja.
7. Pengaruh gelombang MEA berpotensi menggerus pangsa pasar bank-bank
nasional sehingga aksi saling rebut nasabah antar bank akan terjadi.
8. Bank-bank lokal, nasional/internasional memainkan strategi untuk
meningkatkan jumlah nasabahnya, 9. Efektivitas/efisiensi menjadi faktor kunci dalam manajemen perbankan.
Industri perbankan harus padat modal/padat IPTEK untuk mempercepat
peningkatan kualitas performance, conduct dan structure of market. | |