| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital yang terjadi di Indonesia telah
mentransformasi budaya dan gaya hidup masyarakat dalam berinteraksi baik
dalam kegiatan sosial maupun bisnis. Pengembangan ekosistem digital baik dari
sisi cakupan maupun tingkat penetrasi smartphone mendukung pertumbuhan
pengguna internet terutama mobile internet, jumlah pengguna media sosial, dan
pertumbuhan penggunaan berbagai aplikasi baik yang bersifat umum maupun
yang berbasis kebijakan lokal. Beberapa penelitian menyatakan bahwa
pertumbuhan teknologi digital berkontribusi secara signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi dan akan mempengaruhi berbagai sektor seperti perbankan,
perdagangan, pariwisata, transportasi termasuk pertanian. Kajian ini meneliti
peran teknologi digital dan pertanian. Digitalisasi bukan satu-satunya solusi
karena masih ada beberapa permasalahan inti yang harus diselesaikan secara
analog. Penelitian ini secara komprehensif mengkaji suatu indstri serta potensi
teknologi digital terhadap daya saing industri.
Sektor kakao merupakan objek dari penelitian ini karena perannya sebagai
komoditas unggulan di pasar internasional dengan dukungan 1,7 juta hektar lahan
dan 1,7 juta petani. Menjadi bagian dari pasar internasional tidak serta merta
meningkatkan kualitas hidup petani kakao mengingat banyaknya permasalahan
yang mereka hadapi. Kajian ini akan melakukan analisis mengenai kondisi
industri dan mencari pendekatan analog maupun digital yang tepat untuk
meningkatkan daya saing dari kakao Indonesia termasuk mengkaji penerimaan
teknologi oleh petani kakao dan dampaknya terhadap kinerja usaha.
Bagian awal dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi
kakao di Indonesia yang dimulai dengan menyajikan analisis kuantitatif terhadap
daya saing dari kakao Indonesia dari penguasaan pangsa pasar kakao global dan
keunggulan komparatifnya (Revealed Comparative Advantage) serta analisis
kesenjangan daya saing dari hasil wawancara dengan para pakar kakao dengan
menggunakan kerangka kerja World Economic Forum (WEF) sebagai alat ukur.
Bagian ini menyimpulkan adanya kecenderungan penurunan daya saing dari
kakao Indonesia dan adanya kesenjangan daya saing pada pilar kecanggihan
usaha, inovasi dan kondisi ekonomi makro. Hasil kajian awal ini menunjukkan
bahwa kesenjangan tertinggi dari daya saing kakao Indonesia adalah pilar
kecanggihan bisnis, inovasi, dan kondisi ekonomi makro.
Selanjutnya, penelitian ini menyajikan analisis mengenai potensi manfaat
keterlibatan petani dalam rantai nilai kakao global dengan memanfaatkan
dinamika dari pengelolaan rantai nilai global. Berdasarkan kombinasi kajian
literatur dan wancara dengan pakar kakao, teknologi internet dianggap mampu
membantu meningkatkan kualitas hidup petani dengan cara peningkatan tingkat
kompleksitas dari transaksi yang diiringi peningkatan kemampuan petani dalam
mengkodifikasi transaksi yang pada akhirnya akan memberikan akses bagi petani
untuk memasuki pasar yang lebih besar termasuk pasar virtual.
Model yang digunakan untuk mengkaji penerimaan teknologi dalam
penelitian ini adalah Technology Acceptance Model (TAM), model yang
dikembangkan oleh Davis (1989) untuk menjelaskan perilaku seseorang dalam
mengadopsi suatu technologi. Dua faktor utama dari model ini adalah persepsi
kemudahan (PEoU) dan persepsi manfaat (PU) yang akan mempengaruhi niat
penggunaan (IU) atas suatu teknologi, dimana kedua faktor utama tersebut
dipengaruhi oleh beberapa variabel eksternal. Berdasarkan kajian literatur
terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini mengkombinasikan
faktor lingkungan usaha yang diwakili oleh sub faktor Five Forces Porter dengan
faktor individu yang diwakili oleh sub variabel persepsi atas biaya, persepsi atas
keamanan dan kenyamanan, dan pengaruh lingkungan sosial. Untuk mengukur
dampak adopsi teknologi, pada kerangka konseptual ditambahkan dampak adopsi
teknologi terhadap kinerja usaha melalui variabel perantara kreativitas dan
keinovasian.
Penelitian lapangan dilakukan di bagian selatan Jawa Timur dengan jumlah
responden sebanyak 193 petani kakao dengan pertimbangan daerah tersebut
merupakan salah satu sentra kakao dengan ekosistem pita lebar terbaik (kualitas
jaringan pita lebar dan tingkat penetrasi smartphone). Hasil penelitian diolah
menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) sebagai alat yang mampu
menguji variabel-variabel laten dari faktor-faktor yang secara teoritis dianggap
berpengaruh terhadap penerimaan teknologi dengan kesimpulan bahwa persepsi
kemudahan (PEoU) secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi pengguna atas
biaya dan lingkungan sosial mereka. Sedangkan persepsi manfaat (PU) secara
signifikan dipengaruhi oleh seluruh variabel kecuali variabel lingkungan sosial
yaitu persepsi biaya, persepsi kenyamanan, dan variabel lingkungan usaha. Niat
penggunaan (IU) atas teknologi dipengaruhi oleh persepsi manfaat (PU). Di sisi
lain, pemanfaatan teknologi mobile broadband didominasi oleh aplikasi pencarian
informasi mengenai teknologi budidaya dan pengolahan kakao serta untuk
mengetahui harga pasar dunia. Pengguna teknologi merasakan manfaat secara
tidak langsung melalui variabel perantara kreativitas dan keinovasian.
Terdapat peluang bagi petani kakao Indonesia untuk meningkatkan kualitas
hidup mereka dengan memanfaatkan mobil broadband. Secara teoritis, penelitian
ini berkontribusi terhadap pemahaman baru mengenai model penerimaan
teknologi dengan mengkombinasikan faktor individu dan lingkungan usaha serta
dampaknya terhadap kinerja usaha. Implikasi manajerial dari kajian ini
menyatakan bahwa kunci keberhasilan dari implementasi konsep ini harus
melibatkan asosiasi usaha/petani untuk mendorong persepsi manfaat internet
disamping pendekatan sosial untuk mempromosikan persepsi kemudahannya.
Walaupun studi ini memberikan wawasan empiris yang sangat berguna,
namun demikian penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penelitian ini
menggunakan sampel non-probalilitas sehingga dapat membatasi generalisasi dari
temuan penelitian. Selain itu, pengukuran yang digunakan lebih banyak
menggunakan skala persepsi sederhana mengingat responden dari penelitian ini
adalah petani. | |