Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorSembel, Roy
dc.contributor.advisorMaulana, Tb. Nur Ahmad
dc.contributor.authorHastori
dc.date.accessioned2024-11-07T06:22:39Z
dc.date.available2024-11-07T06:22:39Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159340
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya keagenan pada perusahaan agroindustri yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Model yang digunakan dalam analisa adalah regresi data panel. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan 54 perusahaan selama kurun waktu 4 tahun yaitu tahun 2010 sampai dengan 2013, kecuali data untuk variabel dividen yaitu tahun 2009 sampai dengan 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya keagenan perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh dewan direksi, dewan komisaris, komisaris independen, komite audit, konsentrasi saham, kebijakan dividen, tingkat utang dan ukuran perusahaan. Sebagai komponen tata kelola perusahaan, variabel dewan direksi dan dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap penurunan biaya keagenan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat indikasi adanya kemajuan upaya implementasi tata kelola perusahaan di Indonesia, khususnya pada perusahaan agroindustri yang terdaftar pada BEI. Dengan kata lain, implementasi tata kelola pada perusahaan sudah mulai berjalan efektif, meskipun masih tahap embrio. Sebagai novelty, variabel dividen juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan biaya keagenan, baik diukur dengan BOM maupun TOA. Hal ini mendukung beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Mutamimah dan Hartono (2010) maupun Arifin (2005). Sedangkan pengaruh variabel utang maupun ukuran perusahaan terhadap biaya keagenan sangat bervariasi bahkan bisa saling berlawanan, sehingga cukup menyulitkan untuk ditarik suatu kesimpulan yang bulat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pencerahan bagi manajemen, investor maupun pengambil keputusan lain bahwa tata kelola sudah berada pada jalur yang benar sehingga perlu didukung dan didorong sesuai dengan peran masing-masing. Pada akhirnya harapan perapan praktek-praktek tata kelola sebagai instrumen pengurang biaya keagenan, dapat terwujud lebih cepat.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleDeterminan Biaya Keagenan Pada Perusahaan Agroindustri Di Indonesiaid
dc.subject.keywordManajemen Keuanganid
dc.subject.keywordBiaya Keagenanid
dc.subject.keywordKonsentrasi Sahamid
dc.subject.keywordTata Kelolaid
dc.subject.keywordTingkat Devidenid
dc.subject.keywordTingkat Utangid
dc.subject.keywordUji Multikolinearitasid
dc.subject.keywordUji Autokorelasiid
dc.subject.keywordUji Heteroskedastisitasid
dc.subject.keywordUji Goodness Of Fit (R2)id
dc.subject.keywordUji Signifikansi Serempak (F)id
dc.subject.keywordUji Signifikasi Parsial (T)id
dc.subject.keywordBiaya keagenanid
dc.subject.keywordkonsentrasi sahamid
dc.subject.keywordtata kelolaid
dc.subject.keywordtingkat dividenid
dc.subject.keywordtingkat utangid
dc.subject.keywordAgency costid
dc.subject.keyworddividend payoutid
dc.subject.keywordgood governanceid
dc.subject.keywordleverageid
dc.subject.keywordownership concentrationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record