| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi biaya keagenan pada perusahaan agroindustri yang terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia (BEI). Model yang digunakan dalam analisa adalah regresi
data panel. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan 54 perusahaan
selama kurun waktu 4 tahun yaitu tahun 2010 sampai dengan 2013, kecuali data
untuk variabel dividen yaitu tahun 2009 sampai dengan 2012.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya keagenan perusahaan
dipengaruhi secara signifikan oleh dewan direksi, dewan komisaris, komisaris
independen, komite audit, konsentrasi saham, kebijakan dividen, tingkat utang
dan ukuran perusahaan. Sebagai komponen tata kelola perusahaan, variabel dewan
direksi dan dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap penurunan biaya
keagenan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat indikasi adanya kemajuan upaya
implementasi tata kelola perusahaan di Indonesia, khususnya pada perusahaan
agroindustri yang terdaftar pada BEI. Dengan kata lain, implementasi tata kelola
pada perusahaan sudah mulai berjalan efektif, meskipun masih tahap embrio.
Sebagai novelty, variabel dividen juga memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap penurunan biaya keagenan, baik diukur dengan BOM maupun TOA. Hal
ini mendukung beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh
Mutamimah dan Hartono (2010) maupun Arifin (2005). Sedangkan pengaruh
variabel utang maupun ukuran perusahaan terhadap biaya keagenan sangat
bervariasi bahkan bisa saling berlawanan, sehingga cukup menyulitkan untuk
ditarik suatu kesimpulan yang bulat.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan pencerahan bagi manajemen, investor
maupun pengambil keputusan lain bahwa tata kelola sudah berada pada jalur yang
benar sehingga perlu didukung dan didorong sesuai dengan peran masing-masing.
Pada akhirnya harapan perapan praktek-praktek tata kelola sebagai instrumen
pengurang biaya keagenan, dapat terwujud lebih cepat. | |