| dc.contributor.advisor | Satria, Arif | |
| dc.contributor.advisor | Sumardjo | |
| dc.contributor.advisor | Hermawan, Aji | |
| dc.contributor.author | Mumbunan, Carry E.F | |
| dc.date.accessioned | 2024-11-07T06:22:17Z | |
| dc.date.available | 2024-11-07T06:22:17Z | |
| dc.date.issued | 2015 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159330 | |
| dc.description.abstract | industri berbasis bahan mineral di Indonesia sering bersentuhan
dengan masalah lingkungan terkait dengan penggunaan bahan kimia berbahaya
dan beracun (B3) dan isu pencemaran lingkungan, pembukaan lahan permukaan
dan tumpang tindih lahan karena umumnya deposit mineral berada di kawasan
hutan, penggunaan air untuk proses produksi, dan besaran kontribusi terhadap
lingkungan sosial sekitar daerah operasi. Tuntutan pemenuhan peraturan
lingkungan yang lebih ketat dan permintaan stakeholder masyarakat sekitar
operasi perusahaan, telah mendorong perusahaan melaksanakan operasi yang
lebih efisien dan mengoptimumkan pemanfaatan sumber daya alam serta
pelaksanaan kegiatan corporate social responsibility yang tepat sasaran.
Pengelolaan sumber daya alam tidak lepas dari peran sumber daya manusia.
Sikap para manajer perusahaan terhadap lingkungan alam merupakan sikap secara
keseluruhan untuk mengabaikan atau merespon terhadap keberpihakan lingkungan
untuk isu-isu atau masalah yang terkait dengan lingkungan, sehingga perlu
mengetahui tingkat signifikansi dari sikap manajer terhadap pembangunan
berkelanjutan perusahaan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan pada saat
beroperasi, dan tantangan keberlanjutan dari daerah operasinya dan dari usahanya
itu sendiri, perlu diteliti bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan oleh
manajemen perusahaan menurut cara pandang karyawan. Penelitian ini bertujuan
untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap
karyawan/manajer terhadap program lingkungan, orientasi keberlanjutan
lingkungan dan pembangunan berkelanjutan perusahaan.
Penelitian dilaksanakan perusahaan yang berbeda yaitu perusahaan
penambangan emas Pongkor yang terletak pada bagian sebelah barat Kabupaten
Bogor, tepatnya di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun
Salak dan perusahaan Inalum di Sumatera Utara sebagai perusahaan penghasil
aluminium primer pertama di Asia Tenggara. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Mei-Juni 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan
data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survey kepada responden
melalui penyebaran kuesioner. Data sekunder diperoleh dari tinjauan literatur,
jurnal, internet dan studi kepustakaan yang lainnya yang dianggap relevan.
Pengumpulan data dengan mengambil responden para manajer perusahaan dengan
teknik purposive sampling.
Persepsi karyawan terhadap pembangunan keberlanjutan sebagai responden
dituangkan dalam pengisian kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan yang
mengukur variabel penelitian dengan skala Likert 1 – 5. Analisis data
menggunakan SEM-PLS dengan bantuan software smartPLS ver 2.0 M3 dengan
mempertimbangkan rule of thumb sampel yang kurang dari 100 dan jumlah
indikator penelitian dibandingkan dengan jumlah koefisien yang harus diduga
dalam membangun model penelitian serta pertimbangan tidak mengasumsikan
data harus dengan penyebaran tertentu.
Hasil evaluasi pada model pengukuran menunjukkan variabel laten
penelitian memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, dimana nilai AVE dan CR
nya secara umum memiliki nilai di atas nilai kritis yaitu AVE ≥ 0.5 dan CR ≥ 0.7.
Komitmen, pengetahuan dan praktek pelaksanaan program lingkungan valid
mengukur konstrak orientasi keberlanjutan lingkungan perusahaan. Praktek
pelaksanaan program lingkungan memberikan kontribusi pengukuran tertinggi
terhadap orientasi keberlanjutan lingkungan di Pongkor sebesar 0.9129,
sedangkan di Inalum kontribusi tertinggi adalah komitmen (0.9412). Konstrak
pembangunan berkelanjutan perusahaan diukur paling kuat oleh aspek lingkungan
baik di Pongkor maupun Inalum.
Analisis hubungan kausal dalam model struktural menunjukkan perbedaan
signifikansi yang berbeda dari kedua sample perusahaan. Faktor perilaku ekstra
karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap karyawan terhadap
pelaksanaan program lingkungan. Hubungan antara persepsi karyawan terhadap
peraturan lingkungan yang semakin ketat terhadap perusahaan terhadap sikap
karyawan terhadap pelaksanaan program lingkungan.di Inalum tidak berpengaruh
secara signifikan. Keragaman variabel sikap terhadap lingkungan dijelaskan oleh
aspek peraturan, norma dan perilaku ekstra (organizational citizenship behavior
untuk lingkungan) sebesar 50.98 persen di model Pongkor dan 73.90 persen di
model Inalum. Orientasi keberlanjutan lingkungan dijelaskan oleh sikap terhadap
pelaksanaan program lingkungan sebesar 79.74 persen di Pongkor dan 79.83
persen di Inalum, sedangkan pembangunan berkelanjutan perusahaan dijelaskan
oleh orientasi keberlanjutan lingkungan sebesar 58.64 persen di Pongkor dan
75.70 persen di Inalum.
Penelitian di kedua perusahaan yang dijadikan obyek penelitian
menemukan hubungan pengaruh yang berbeda terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi sikap karyawan terhadap pelaksanaan program lingkungan.
Peraturan dipersepsikan tidak berpengaruh signifikan di Inalum sedangkan di
Pongkor perilaku ekstra karyawan tidak berpengaruh signifikan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi orientasi lingkungan yaitu sikap karyawan dan perilaku
ekstra karyawan berpengaruh signifikan di kedua perusahaan, demikian juga
orientasi keberlanjutan berpengaruh signifikan terhadap pembangunan
berkelanjutan perusahaan.
Aspek lingkungan merupakan faktor paling dominan dalam
menggambarkan pembangunan berkelanjutan perusahaan di kedua perusahaan.
Perusahaan perlu meningkatkan program lingkungan yang melibatkan karyawan
lebih proaktif. Manajemen juga harus mampu mengkomunikasikan programprogramnya
yang terkait dengan keberlanjutan secara tepat dengan pemangku
kepentingan di sekitar perusahaan. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Agribisnis | id |
| dc.title | Implementasi Pembangunan Berkelanjutan Perusahaan Pertambangan Dan Peleburan Mineral (Kasus Penambangan Emas Pangkor Di Jawa Barat Dan Peleburan Alumunium Di Sumatera Utara) | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Agribisnis | id |
| dc.subject.keyword | Orientasi Keberlanjutan Lingkungan | id |
| dc.subject.keyword | Pembangunan Berkelanjutan Perusahaan | id |
| dc.subject.keyword | Perilaku Ekstra Karyawan | id |
| dc.subject.keyword | Sikap Terhadap Program Lingkungan | id |
| dc.subject.keyword | Corporate Sustainable Development | id |
| dc.subject.keyword | Environmental Program | id |
| dc.subject.keyword | Sem-Pls | id |
| dc.subject.keyword | orientasi keberlanjutan lingkungan | id |
| dc.subject.keyword | pembangunan berkelanjutan
perusahaan | id |
| dc.subject.keyword | perilaku ekstra karyawan | id |
| dc.subject.keyword | sikap terhadap program
lingkungan | id |
| dc.subject.keyword | corporate sustainable development | id |
| dc.subject.keyword | environmental program | id |
| dc.subject.keyword | environmental sustainability orientation | id |
| dc.subject.keyword | extra-behavior | id |