Show simple item record

dc.contributor.advisorHutagaol, M.Parulian
dc.contributor.advisorPasaribu, Bomer
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorSusilowati, Yuniari
dc.date.accessioned2024-11-07T06:20:20Z
dc.date.available2024-11-07T06:20:20Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159281
dc.description.abstractDi Indonesia, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) strategik diyakini mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Namun sebenarnya keyakinan ini merupakan pandangan yang konvensional, karena penelitian di berbagai negara dan di berbagai jenis industri di luar Indonesia menunjukkan buktibukti yang tidak sepenuhnya mendukung pandangan tersebut. Hubungan antara manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi ditemukan tidak konklusif, dengan signifikansi hubungan yang lemah hingga ke sedang. Hal ini menunjukkan adanya suatu kontradiksi antara pandangan konvensional yang meyakini bahwa manajemen SDM strategik berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi dengan kenyataan empiris hasil penelitian di lapangan. Manajemen SDM strategik dipandang penting bagi organisasi, akan tetapi ternyata bukan menjadi strategi penentu secara langsung bagi peningkatan kinerja organisasi. Mengapa hubungan antara manajemen SDM strategik dan kinerja organisasi ini tidak konklusif? Ada dua kemungkinan yang dapat menjadi penyebab ketidakkonklusifan ini, yaitu: 1) efektivitas kinerja manajemen SDM strategik dalam mempengaruhi kinerja organisasi bisnis tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal berupa kondisi persaingan dalam industri di mana organisasi tersebut berada; dan 2) adanya faktor internal yang dapat menjadi moderator (variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah suatu hubungan) dan mediator (variabel yang tanpanya, suatu hubungan tidak akan nyata) dalam hubungan antara manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah faktor eksternal yang berupa perbedaan kondisi persaingan pasar dalam industri yang ikut berperan dalam menentukan efektivitas kinerja manajemen SDM strategik dalam meningkatkan kinerja organisasi bisnis di Indonesia, dan menelaah faktor internal berupa peran variabel moderator dan mediator yang juga ikut mempengaruhi hubungan antara manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi, pada industri dengan tingkat persaingan pasar yang berbeda-beda. Populasi pada penelitian ini adalah para manajer dari level Manajemen Puncak (Direktur dan GM) sampai dengan Manajemen Muda (termasuk Supervisor) dari 8 perusahaan yang berasal dari 6 jenis industri. Dari 3.126 populasi manajer, ditarik 2.002 sampel. Data diambil melalui pengisian kuesioner kuantitatif dan kualitatif. Dari 2002 kuesioner yang disebarkan, kembali 729, dengan response rate sebesar 36,4%. Seluruh data diambil dalam rentang waktu Mei – September 2012. Ke-enam jenis industri responden yang terdiri dari otomotif, perkebunan kelapa sawit, perbankan syariah, properti, semen dan pengolahan air bersih dikelompokkan dalam 3 kelompok yang didasarkan pada relativitas perbandingan tingkat persaingan dalam industri, yaitu: 1) industri dengan tingkat persaingan relatif paling tinggi (otomotif); 2) tingkat persaingan relatif moderat (perkebunan kelapa sawit); dan 3) tingkat persaingan relatif paling rendah hingga ke monopoli (semen dan pengolahan air bersih). Karena pertimbangan ketidakcukupan data, maka industri perbankan syariah dan properti tidak diikutsertakan dalam analisis per kelompok industri, akan tetapi diikutsertakan pada analisis multi industri atau gabungan seluruh industri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM) untuk menguji hipotesis-hipotesis dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian multi industri, manajemen SDM strategik terbukti mempengaruhi kinerja organisasi, akan tetapi kekuatan pengaruhnya sangat lemah, menunjukkan adanya faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi kinerja organisasi. Variabel moderator yang berupa hubungan industrial, budaya organisasi dan kepemimpinan manajemen puncak ternyata tidak berpengaruh dalam memperkuat hubungan antara manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi. Akan tetapi variabel mediator yang berupa peran manajer lini, kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan terbukti berpengaruh cukup kuat sebagai variabel yang memediasi hubungan antara manajemen SDM strategik dan kinerja organisasi. Hasil penelitian per kelompok industri menunjukkan bahwa pada industri dengan tingkat persaingan tinggi dan moderat, manajemen SDM strategik tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Sedangkan pada industri dengan tingkat persaingan rendah manajemen SDM strategik terbukti berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Variabel moderator yang berupa hubungan industrial, budaya organisasi dan kepemimpinan manajemen puncak pada pengujian per kelompok industri ternyata juga tidak terbukti memperkuat hubungan antara manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi, sebaliknya semua variabel mediator yang berupa peran manajer lini, kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan terbukti berpengaruh cukup kuat sebagai variabel yang memediasi keduanya. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh manajemen SDM strategik terhadap kinerja organisasi tidak konklusif. Pengaruh manajemen SDM strategik terhadap kinerja organisasi tergantung pada faktor eksternal yang berupa konteks persaingan pasar dalam industri. Semakin tinggi tingkat persaingan pasar dalam industri, semakin rendah pengaruh langsung manajemen SDM strategik terhadap kinerja organisasi, sebaliknya semakin rendah tingkat persaingan pasar dalam industri, semakin tinggi pengaruh langsung manajemen SDM strategik terhadap kinerja organisasi. Di industri otomotif yang tingkat persaingannya sangat tinggi perusahaan mempertahankan posisi bersaingnya dengan mengandalkan pada pengembangan faktor-faktor yang menjadi kunci sukses industri, seperti inovasi produk, teknologi, dan pelayanan purna jual, sedangkan manajemen SDM strategik lebih berfungsi untuk mendukung pengembangan SDMnya. Sebaliknya dalam industri yang bersifat monopoli, manajemen SDM strategik yang merupakan bagian dari sistem internal birokrasi terbukti berperan cukup kuat untuk ikut menentukan kinerja organisasi secara langsung. Selain itu pengaruh manajemen SDM strategik dalam meningkatkan kinerja organisasi baik pada gabungan seluruh industri dan pada industri yang berbeda-beda tingkat persaingannya, secara konsisten terjadi melalui faktor internal organisasi yang berupa peran manajer lini dalam implementasi sistem dan prosedur manajemen SDM, di mana peran itu mempengaruhi peningkatan kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar organisasi bisnis di Indonesia memfokuskan manajemen SDM strategik pada upaya untuk memampukan karyawan agar dapat mendukung strategi bersaing yang cocok untuk jenis industri dan kondisi persaingan dalam industrinya. Selain itu juga disarankan agar perusahaan memberikan intervensi yang tepat bagi para manajer lini agar dapat meningkatkan kemampuan dan kemauannya untuk mengimplementasikan sistem dan prosedur manajemen SDM, mengingat peran manajer lini yang begitu sentral dalam meningkatkan kinerja organisasi, melalui peningkatan kompetensi, motivasi dan kinerja para karyawan di bawah supervisi para manajer lini ini.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen sumber daya manusiaid
dc.titleEfektivitas Manajemen Sdm Strategik Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Bisnis D Indonesiaid
dc.subject.keywordManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.subject.keywordKinerja Organisasiid
dc.subject.keywordKondisi Persaingan Dalam Industriid
dc.subject.keywordHubungan Industrialid
dc.subject.keywordBudaya Organisasiid
dc.subject.keywordKepemimpinan Manajemen Puncakid
dc.subject.keywordPeran Manajer Liniid
dc.subject.keywordKompetensiid
dc.subject.keywordMotivasi Dan Kinerja Karyawanid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordStrategic Human Resource Managementid
dc.subject.keywordFirm Performanceid
dc.subject.keywordIndustry Competitivenessid
dc.subject.keywordIndustrial Relationsid
dc.subject.keywordOrganizational Cultureid
dc.subject.keywordTop Management Leadershipid
dc.subject.keywordThe Role of Line Managersid
dc.subject.keywordEmployee’s Competencyid
dc.subject.keywordMotivation and Performanceid
dc.subject.keywordManajemen SDM Strategikid
dc.subject.keywordKinerja Organisasiid
dc.subject.keywordKondisi Persaingan dalam Industriid
dc.subject.keywordHubungan Industrialid
dc.subject.keywordBudaya Organisasiid
dc.subject.keywordKepemimpinan Manajemen Puncakid
dc.subject.keywordPeran Manajer Liniid
dc.subject.keywordKompetensiid
dc.subject.keywordMotivasi dan Kinerja Karyawanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record