| dc.description.abstract | Minyak dan gas memainkan peran yang sangat penting dalam
perekonomian indonesia yaitu sebagai sumber energi, bahan baku industri dan
pendapatan nasional. Dewasa ini pemerintah Indonesia berupaya mengurangi
subsidi BBM dengan memanfaatkan energi alternatif, termasuk pemanfaatan gas
alam. Masyarakat Indonesia yang terbiasa menikmati sumber energi yang murah
dan mudah didapat seperti minyak tanah perlu mendapatkan sosialisasi dan
edukasi tentang bagaimana memanfaatkan gas alam, kemudahan
mendapatkannya dan keunggulannya dibandingkan minyak tanah. Upaya
mendorong agar masyarakat mau beralih dari mengkonsumsi minyak tanah ke
gas alam adalah upaya mempengaruhi sikap, persepsi dan perilaku. Dengan
demikian harus diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, sikap
dan perilaku tersebut.
Penelitian ini berbasis teori perilaku terencana (The Theory of Planned
Behavior), menggunakan Structural Equation Model (SEM) sebagai alat analisis
untuk menunjukkan bahwa semua faktor intrinsik mempengaruhi niat untuk
menggunakan gas alam, yang terdiri dari sikap terhadap perilaku, norma
subyektif dan pengendalian perilaku yang dirasakan. Adapun tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis sikap, persepsi dan niat masyarakat terhadap
pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan
untuk keperluan rumah tangga, mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi niat konsumen menggunakan gas alam serta merumuskan
model niat konsumen dalam menggunakan gas alam dalam program
pembangunan kota gas.
Adapun kebaruan (novelty) dalam penelitian ini adalah memodifikasi
teori perilaku terencana yang digagas Ajzen (1991) dengan mengintegrasikan
variabel kepercayaan (Trust) seperti yang dikemukakan Mazzocchi (2004)
sebagai variabel laten yang mempengaruhi dan mengungkap secara ilmiah
berperan dalam pengendalikan sikap terhadap perilaku; norma subyektif,
pengendalian perilaku dan risiko yang dirasakan. Penelitian ini melibatkan 416
responden yang berasal dari 10 kelurahan yang berada di wilayah Kota Tarakan.
Responden dibagi kedalam 2 kelompok besar yaitu pengguna gas alam sebanyak
208 responden dan bukan pengguna gas alam sebanyak 208 responden,
selanjutnya tiap kelompok dianalisis berdasarkan demografi diantaranya tingkat
pendidikan dan status pekerjaan.
Pembangunan Kota Gas bertujuan untuk menyediakan gas yang murah.
Pada program ini, jaringan pipa distribusi gas terpasang hingga kerumah rumah,
sistem pembayaranya mudah, serta aman. Mayoritas responden berpendapat
bahwa dengan terlaksananya pembangunan kota gas, mereka akan memperoleh
bahan bakar yang murah dan terjangkau. Dari hasil wawancara, didapat bahwa
gas dapat diterima masyarakat. Hal yang menarik pada analisis terhadap niat
responden dalam menggunakan gas alam adalah adanya pengaruh yang berasal
dari orang terdekat seperti orang tua, suami maupun istri. Media informasi seperti televisi, radio dan koran sangat berpotensi sebagai sarana persuasif
kepada responden. Anjuran dari pemerintah ternyata lebih diperhatikan
responden dalam memutuskan penggunaan gas alam.
Dalam penelitian ini variabel latennya adalah Sikap Terhadap Perilaku
(Attitude Toward Behavior); Norma Subjektif (Subjective Norm); Pengendalian
Perilaku yang Dirasakan (Preceived Behavioral Control); Kepercayaan (Trust),
Risiko yang dirasakan (Preceived Risk) dan Niat untuk Menggunakan Gas
(Intention). Variabel laten tersebut diukur melalui indikator-indikator yang dapat
langsung diukur melalui skor pada setiap objek penelitian. Dari hasil penelitian
tampak bahwa norma subyektif secara signifikan mempengaruhi niat responden
pengguna gas alam untuk tetap menggunakan gas alam. Dalam keyakinan
normatif, responden berpendapat bahwa niat untuk terus menggunakan gas alam
sangat dipengaruhi oleh himbauan pemerintah disamping ketika dilakukan
penelitian ini, kelompok responden pengguna gas sudah mempunyai pengalaman
menggunakan gas alam yang disalurkan langsung ke masing masing rumah
tangga melalui program kota gas yang memang didahului dengan sosialisasi.
Secara umum masyarakat Tarakan menilai positif seluruh atribut yang
ditanyakan mengenai gas, namun mereka tetap waspada dan berhati hati dalam
menggunakan gas. Berdasarkan data hasil survei sebanyak 99% responden
pengguna gas mempertimbangkan untuk tetap terus menggunakan gas alam,
sedangkan 82% responden bukan pengguna gas berniat akan menggunakan gas
alam dalam waktu dekat. Responden mempersepsikan gas sebagai bahan bakar
yang memiliki proses pemanasan yang lebih cepat, bahan bakar yang paling
mudah untuk digunakan, bahan bakar yang paling murah, bahan bakar yang
bebas polusi, dan bahan bakar yang paling bersih.
Terkait dengan hipotesis penelitian, berdasarkan jawaban responden
yang sudah menggunakan gas diperoleh kesimpulan bahwa Risiko yang
dirasakan tidak signifikan mempengaruhi responden pengguna gas alam untuk
terus menggunakan gas alam. Sedangkan Sikap terhadap perilaku (ATB) tidak
mempengaruhi niat responden bukan pengguna gas alam untuk menggunakan
gas alam. Hal ini memperlihatkan bahwa sikap, kepribadian maupun pendapat
pribadi seseorang tidak mempengaruhi niat dan perilaku orang tersebut untuk
terus menggunakan gas. Responden tersebut cenderung dipengaruhi oleh faktor
luar berupa tekanan-tekanan sosial, batasan-batasan yang dihadapi serta perasaan
responden terhadap risiko yang mungkin dihadapi. Kepercayaan tampak terbukti
secara signifikan berpengaruh terhadap risiko yang dirasakan, sikap perilaku dan
pengendalian perilaku. Fenomena ini memperlihatkan bahwa dalam menyikapi
batasan-batasan yang ada seperti besar biaya yang dikeluarkan, keyakinan
mengenai kebaikan gas berupa: menghemat waktu, mempercepat pekerjaan,
membuat kualitas masakan yang lebih baik, dan kemudahan akses dalam
menggunakan gas, diawali dengan taraf kepercayaan responden terhadap gas itu
sendiri. Sesungguhnya semakin tinggi tingkat kepercayaan responden terhadap
gas alam, akan meningkatkan keyakinan responden dalam menggunakan gas
alam meskipun dihadapkan oleh batasan-batasan. | |