| dc.description.abstract | Berdasarkan fakta beberapa peristiwa kecelakaan kapal penumpang selama
tahun 2003 hingga 2013 membuktikan bahwa tata kelola keselamatan kapal masih
lemah. Menurut Malisan (2009), peristiwa kecelakaan kapal yang terjadi di
perairan Indonesia cenderung meningkat. Hal ini banyak dipengaruhi oleh
buruknya penerapan manajemen keselamatan pelayaran serta implementasi
variabel-variabel yang diatur dalam ISM Code oleh perusahaan dan nahkoda
bersama awak kapal lainnya. Dengan demikian diperlukan suatu analisis untuk
mengetahui kepatuhan terhadap aturan dalam hal ini ISM Code.
Berdasarkan teori perilaku terencana yang diusulkan oleh Ajzen (1991)
yang dikombinasikan dengan model yang telah dikembangkan oleh Kim et al.
(2007) dan Omondi et al. (2010) dapat dilakukan penelitian untuk mengkaji
perilaku niat dan kepatuhan kru kapal dalam melaksanakan ISM Code. Melalui
variabel-variabel yang terlibat seperti sikap perilaku, norma subjektif,
pengendalian perilaku, kepercayaan, risiko yang dirasakan, keuntungan dan
pengetahuan akan diketahui bagaimana variabel niat akan mempengaruhi variable
kepatuhan.
Tujuan penelitian ini adalah membangun model dan menganalisis variabel
kepatuhan terhadap pelaksanaan ISM Code yang dipengaruhi oleh sikap terhadap
perilaku, norma subjektif kepercayaan, risiko yang dirasakan, keuntungan,
pengetahuan dan pengendalian perilaku yang dirasakan para kru kapal. Penelitian
ini telah menghasilkan suatu kebaruan berupa model baru. Faktor-faktor yang
mempengaruhi niat dan kepatuhan kru kapal terhadap ISM Code meliputi sikap
terhadap perilaku (attitude toward behavior), norma subjektif (subjective norms),
dan pengendalian perilaku yang dirasakan (perceived behavior control) dalam
memberikan pengaruh terhadap niat (intention) dan kepatuhan (compliance)
dipengaruhi dengan keterlibatan faktor kepercayaan (trust), risiko yang dirasakan
(perceived risk), keuntungan (benefit) dan pengetahuan yang dirasakan (perceived
knowledge).
Berdasarkan model tersebut, dalam implementasinya dapat disusun model
dari variabel yang paling berpengaruh yang secara bersama maupun sendirisendiri
memberikan pengaruh yang signifikan. Hasil pembahasan menunjukkan
pengaruh kepercayaan terhadap resiko, pengaruh resiko, norma subyektif dan
pengetahuan terhadap niat serta pengaruh niat terhadap kepatuhan secara bersama
maupun sendiri-sendiri semua signifikan. Hasil penelitian dapat
diimplementasikan dalam suatu sinergi dengan melibatkan lembaga eksekutif,
legislatif dan yudikatif, perusahaan pemilik kapal, media massa dan kru kapal
serta kalangan akademisi untuk bersama memulai langkah menerapkan ISM Code
melalui peningkatan niat yang ditopang oleh sikap perilaku, norma subjektif,
pengendalian perilaku dan kepercayaan terhadap perilaku serta ditambah dengan
pengaruh kepercayaan terhadap resiko, pengaruh resiko yang dirasakan,
pengetahuan dan keuntungan terhadap niat dan pengaruh niat pada kepatuhan pelaksanaan ISM Code oleh kru kapal yang tentunya perlu didukung oleh
pemerintah dan para pemilik kapal. Aplikasi penelitian yang berkaitan dengan
niat dan kepatuhan terhadap suatu aturan tertentu dapat dilakukan oleh para
peneliti pada penelitian berikutnya. | |