Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo
dc.contributor.advisorMaulana, Agus
dc.contributor.advisorMuntasib, E.K.S. Harini
dc.contributor.authorSetyadi, Ignatius Anung
dc.date.accessioned2024-11-07T06:18:54Z
dc.date.available2024-11-07T06:18:54Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159251
dc.description.abstractUndang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan mengatur tentang asas, fungsi dan tujuan kepariwisataan, prinsip penyelenggaraan kepariwisataan, pembangunan kepariwisataan, penetapan kawasan strategis, usaha pariwisata, hak, kewajiban dan larangan, kewenangan pemerintah dan pemerintah daerah, koordinasi, badan promosi pariwisata daerah, pendanaan, administratif dan ketentuan pidana. Taman Nasional Sebangau (TNS) ditetapkan dengan SK Menhut No.423/ Menhut/II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 seluas ± 568.700 ha. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan ekosistem gambut beserta keanekaragaman hayati dan keunikan alam guna kepentingan peningkatan kualitas hidup manusia generasi sekarang dan generasi yang akan datang (RPTNS 2007-2026: 9), salah satu upaya pengembangan TNS adalah ekowisata. Pengembangan ekowisata selain untuk kepentingan ekonomi juga untuk tujuan pendidikan lingkungan, konservasi, pemberdayaan masyarakat dan rekreasi. TNS merupakan wilayah pengembangan =baru, sehingga pola dan struktur ruang kawasan tersebut masih belum sepenuhnya dapat mengakomodir berbagai kepentingan semua pihak, termasuk pengembangan ekowisata. Kajian pengembangan ekowisata ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan ekowisata khususnya di TNS melalui identifikasi aspek-aspek penting pengembangan ekowisata, identifikasi supply dan demand terhadap pengembangan ekowisata di TNS. Untuk memudahkan identifikasi permasalahan dilakukan melalui pengelompokan aspek-aspek penting, yang diperoleh dari pendapat para pakar mengenai pengembangan ekowisata. Aspek penting tersebut terdiri dari daya tarik, ekonomi dan sosial budaya, konservasi, konsumen, tata kelola, dan pemasaran. Ekowisata merupakan masa depan produk kehutanan yang prospektif, namun masih mempunyai berbagai persoalan, yang harus disikapi secara seksama dan perlu dibuat mekanisme yang jelas, sehingga kegiatan ekowisata dapat berkelanjutan. Ekowisata tetap mengutamakan konservasi sumberdaya alam (tidak merusak keutuhan ekosistem dan fungsinya sebagai taman nasional), apabila tidak direncanakan dan dikelola dengan baik, maka akan berakibat rusaknya kawasan konservasi, yang merupakan obyek ekowisata. Oleh karena itu, pengembangan ekowisata tetap memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, sehingga diperlukan model pengembangan sebagai acuan dalam pengembangan ekowisata di TNS. Beberapa obyek penting yang memiliki potensi sebagai obyek ekowisata di TNS adalah 1) wilayah Sungai Koran-CIMTROP-Rasau dan Mangkok, 2) sungai besar untuk susur sungai, 3) wilayah Danau Pangen-Panggualas dan desa sekitarnya, 4) Ekosistem lahan gambut, dan 5) Mendawai-Bukit Kaki Cinta Birahi. Ditinjau dari sisi supply, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain kesiapan unsur hospitality (akomodasi/penginapan, restoran, biro perjalanan, dan sebagainya), aksesibilitas, dan amenitas (infrastruktur yang tidak langsung terkait dengan ekowisata TNS). Sedangkan demand adalah segmen pasar yang harus dituju, kecenderungan wisatawan, peluang pasar ekowisata, tingkat kunjungan wisatawan, dan unsur rata-rata lama tinggal. Model pengembangan ekowisata disusun berdasarkan aspek, permasalahan dan solusi. Dalam penyelesaian permasalahan menggunakan metode ANP, seluruh permasalahan dapat dimasukkan ke dalam framework. Network dan framework ANP yang diperoleh merupakan hasil pengelompokan dan konfirmasi dengan nara sumber yang benar-benar paham terhadap ekowisata. Dengan demikian framework ANP penelitian ini sudah relevan. Hasil gabungan ANP untuk cluster masalah secara keseluruhan menunjukkan masalah yang paling dominan adalah kurangnya sarana prasarana dan akomodasi di sekitar obyek, sedangkan nilai atau bobot prioritas terendah adalah pada masalah belum sinkronnya peraturan perundangan yang ada. Artinya masyarakat di sekitar TNS relatif sudah siap menerima kunjungan wisatawan, namun sarana prasarana dan akomondasi belum memadai. Hasil gabungan pada alternatif solusi menunjukkan bahwa solusi yang berkaitan dengan penyediaan sarana prasarana dan akomodasi merupakan solusi terbaik secara keseluruhan untuk pengembangan ekowisata di TNS. Solusi ini dapat mencakup masalah-masalah yang dihadapi pihak pengelola dan pemerintah berkaitan dengan ekowisata. Oleh karena itu, dengan adanya solusi untuk penyediaan sarana prasarana dan akomodasi, diharapkan mampu menyelesaikan masalah lain yang dihadapi TNS. Strategi yang dianggap tepat untuk diterapkan dalam pengembangan ekowisata di TNS secara berturut-turut adalah peningkatan informasi dan promosi produk wisata; peningkatan kerjasama pihak terkait; peningkatan komitmen dan dukungan dari Pemerintah/Pemerintah Daerah sesuai dengan aspeknya; penegakan hukum dan aturan/tata tertib serta sanksi yang tegas dan konsisten; peningkatan kuantitas dan kualitas produk ekowisata melalui inovasi, diversifikasi dan pemeliharaan; pengelolaan dan pelayanan pengunjung secara profesional; pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana, transportasi dan aksesibilitas; peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan pembinaan secara berkelanjutan; peningkatan kualitas SDM; dan penyediaan dan penggalangan dana untuk konservasi yang memadai. Selanjutnya disusun suatu model yang didasarkan atas tiga aspek penting dengan nilai tertinggi yaitu aspek konservasi, pemasaran dan aspek daya tarik, Sedangkan ketiga aspek penting lainya (ekososbud, konsumen dan tata kelola) tersebar ke dalam ketiga aspek dengan nilai tertinggi tersebut atau saat terjadi interaksi antar ketiga aspek tersebut.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleModel Pengembangan Ekowisata Di Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengahid
dc.subject.keyword|Manajemen Pemasaranid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordEkowisataid
dc.subject.keywordModelid
dc.subject.keywordTnsid
dc.subject.keywordAnalytic Network Process (Anp)id
dc.subject.keywordImportance Performance Analysis (Ipa)id
dc.subject.keywordRater Agreement Analysisid
dc.subject.keywordMetode Perbandingan Eksponensialid
dc.subject.keywordDevelopment strategyid
dc.subject.keywordEcotourismid
dc.subject.keywordModelid
dc.subject.keywordSebangau National Parksid
dc.subject.keywordStrategi pengembanganid
dc.subject.keywordEkowisataid
dc.subject.keywordModelid
dc.subject.keywordTNS|id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record