Strategi Pengembangan Nanoteknologi Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Global Agroindustri Nasional
View/ Open
Date
2011Author
Rochman, Nurul Taufiqu
Gumbira-Sa'Id, E.
Nuryartono, Nunung
Daryanto, Arief
Metadata
Show full item recordAbstract
Penerapan nanoteknologi telah membuka peluang bagi peningkatan daya
saing global industri pertanian (agroindustri). Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji strategi pengembangan nanoteknologi dalam rangka peningkatan daya
saing global agroindustri nasional dengan menggunakan kombinasi analisis
SWOT (strength, weakness, opportunity, threats), AHP (analytic hierarchy
process) and ANP (analytic network process) dalam perspektif BOCR (benefit,
opportunity, cost, risk). Kajian dimulai dengan melakukan identifikasi sepuluh
agroindustri yang berpotensi menerapkan nanoteknologi dengan menggunakan
analisis SWOT. Kemudian dilanjutkan dengan penentuan posisi daya saing dan
prioritas agroindustri nasional yang berpotensi menerapkan nanoteknologi dengan
mempertimbangkan variabel-variabel kunci dengan metode SWOT-AHP.
Terakhir disusun strategi pengembangan nanoteknologi dalam rangka peningkatan
daya saing global agroindustri nasional dengan mempertimbangkan variabelvariabel
kunci yang saling mempengaruhi dengan metode SWOT-ANP dalam
perspektif BOCR. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian
kuesioner terhadap sepuluh pakar dan FGD (focus group discussion) terhadap 20
peserta yang bergerak di bidang kimia pangan, pertanian, nanoteknologi dan
kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nanoteknologi pada
agorindustri nasional memiliki potensi yang sangat strategis. Pengembangan
nanoteknologi yang diarahkan untuk industri pangan, obat bahan alam dan pupuk
adalah sangat prospektif sekaligus mendukung program nasional ketahanan
pangan dan kesehatan yang termaktub dalam ARN. Dalam penentuan strategi
pengembangan nanoteknologi pada agroindustri nasional, aspek kriteria peluang
dan dampak yang positif lebih dikedepankan dalam pengambilan strategi
kebijakan dari pada aspek resiko yang akan ditimbulkan dan aspek ekonomi
dalam penerapannya. Sementara itu tahap pengembangan nanoteknologi pada
agroindustri di Indonesia berada pada tingkat awal dimana strategi yang
mengarahkan pada peningkatan penguasaan nanoteknologi baik berupa
peningkatan riset produk yang berkualitas, variasi produk baru, anggaran riset,
infrastruktur serta pemberdayaan jaringan SDM nanoteknologi yang ada memiliki
bobot nilai yang relatif lebih tinggi dibanding strategi penerapan hasil riset itu
sendiri yang belum banyak dihasilkan dan sosialisasi keamanan nanoteknologi
serta tata kelola kebijakan yang akan diperlukan di kemudian hari. Hasil kajian ini
diharapkan dapat dijadikan acuan bagi berbagai stake holder untuk pengambilan
keputusan strategis dalam kaitan peningkatan daya saing agroindustri nasional
melalui pengembangan nanoteknologi.
Collections
- DT - Business [372]
