Show simple item record

dc.contributor.advisorRamdani, Guruh
dc.contributor.authorMutezah, Rizka
dc.date.accessioned2024-09-14T02:08:06Z
dc.date.available2024-09-14T02:08:06Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158661
dc.description.abstractSeiring perkembangan teknologi, terdapat beragam media komunikasi seperti media audio (suara), visual (gambar), dan audio visual. Salah satu bentuk komunikasi berupa audio visual adalah film. Film di dalam konteks komunikasi adalah merupakan salah satu media komunikasi massa berbentuk audio visual untuk mempresentasikan seni kehidupan manusia. Pesan di dalam film melibatkan lambang -lambang, sikap, perasaan, praktik atau tindakan, bisa berbentuk kata -kata tertulis, lisan, gambar – gambar, angka – angka, benda – benda, gerak – gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda – tanda lainnya (Pohan dan Fitria, 2021). Aspek pesan dalam film memiliki peran sosial. Pesan di dalam film ada yang tersurat (verbal), dan ada yang tersirat (simbolis). Pesan yang tersurat adalah pesan yang disampaikan secara eksplisit (secara langsung oleh seorang tokoh) melalui dialog, narasi, atau kata-kata yang terucap. Sedangkan, pesan yang tersirat adalah pesan yang membutuhkan interpretasi. Pesan yang tersirat dapat diamati dari berbagai unsur – unsur teksnya, entah itu berupa musik, latar tempat, waktu, warna, karakteristik, penokohan dan sebagainya. Film Mencuri Raden Saleh yang dirilis tahun 2022, yang memuat berbagai pesan. Film layar lebar ini diproduksi oleh Visinema Pictures dan disutradai oleh Angga Dwimas Sasongko sekaligus penulis skenario Husein M. Atmojo. Film drama aksi Indonesia ini menceritakan tentang perampokan lukisan bersejarah oleh sekelompok anak muda. Lukisan yang dicuri adalah lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh yang terletak di Istana Presiden. Keenam pemuda yang melakukan perampokan disatukan oleh tujuan yang sama, yakni membutuhkan uang dengan cepat. Film ini sangat kental dengan kekuasaan dan perlawanan. Tujuan dari penelitian film ini adalah untuk mengetahui bagaimana relasi kuasa atas pikiran dan tubuh direpresentasikan dalam film Mencuri Raden Saleh. Penelitian ini dilakukan menggunakan konsep representasi dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menjelaskan bagaimana relasi kuasa atas pikiran dan tubuh direpresentasikan di dalam film Mencuri Raden Saleh. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah, terdapat relasi kuasa pada film Mencuri Raden Saleh. Relasi kuasa tersebut terdapat dua bentuk yaitu relasi kuasa atas pikiran dan relasi kuasa atas tubuh. Relasi kuasa atas pikiran terdapat dalam bentuk kontrol pikiran, stigmatisasi, dan manipulasi. Relasi kuasa atas tubuh terdapat dalam enam buah adegan.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRelasi Kuasa atas Pikiran dan Tubuh dalam Film Mencuri Raden Salehid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordfilm, relasi kuasa, representasiid
dc.subject.keywordpikiran dan tubuhid
dc.subject.keywordkekuasaanid
dc.subject.keywordsemiotika roland barthesid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record