| dc.description.abstract | Aeschynanthus merupakan tumbuhan berbunga yang pertama kali
diperkenalkan oleh Wiliam Jack pada tahun 1823 berdasarkan hasil eksplorasi di
daerah Sumatra. Jumlah spesies di dunia yang telah diketahui hingga saat ini
berjumlah 150 – 180 spesies yang tersebar mulai dari Cina Selatan, India Utara dan
Selatan, seluruh Malesia hingga Nugini dan Kepulauan Solomon. Studi tentang
genus Aeschynanthus sejauh ini telah banyak dilakukan, namun studi masih terbatas
pada beberapa negara seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Singapura dan
Semenanjung Malaysia, sedangkan untuk kawasan Malesia khususnya Indonesia
sangat kekurangan informasi. Di Indonesia sendiri, wilayah yang sangat
kekurangan data tentang Aeschynanthus adalah Sulawesi, khususnya Sulawesi
Tegah. Studi ini bertujuan untuk memutahirkan data Aeschynanthus di Provinsi
Sulawesi Tengah dengan pendekatan morfologi.
Penelitian menggunakan metode revisi taksonomi. Alur penelitian ini dimulai
dengan melakukan pemeriksaan spesimen koleksi yang tersimpan di beberapa
herbarium seperti Herbarium Bogoriense (BO) Badan Riset dan Inovasi Nasional,
Herbarium Herbarium Kebun Raya Bogor (BOHB), Herbarium SEAMEO
BIOTROP (BIOT), Herbarium Celebense (CEB) Universitas Tadulako dan
Herbarium Royal Botanical Garden Edinburgh (E). Eksplorasi dilakukan untuk
mengumpulkan spesimen di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah yang
belum pernah dikunjungi. Spesimen yang terkumpul diindentifikasi menggunankan
kunci identifikasi dan deskripsi Aeschynanthus yang tersedia. Terminologi
mengacu pada penelitian sebelumnya dan menambahkan beberapa karakter yang
sebelumnya tidak dijelaskan oleh peneliti sebelumnya. Analisis fenetik dilakukan
dengan menggunakan program NTSYS versi 2.02.
Sebanyak 12 spesies berbeda berhasil ditemukan meliputi lima spesies yang
sudah dikenal sebelumnya yaitu A. amboinensis, A. batesii, A. burttii, A. citrinus,
A. sojolianus; empat spesies diajukan sebagai spesies baru yaitu Aeschynanthus
sp.1 nov., Aeschynanthus sp.2 nov., Aeschynanthus sp.3 nov. dan Aeschynanthus
sp.4 nov., tiga spesies lainnya belum berhasil diidentifikasi dikarenakan beberapa
karakter diagnostik tidak tersedia. Analisis fenetik terhadap jenis–jenis
Aeschynanthus menggunakan 46 ciri morfologi mengelompokan seluruh spesies ke
dalam dua kelompok besar (Kelompok A dan B) sesuai dengan kategori seksi.
Kelompok A terdiri atas satu seksi, yaitu seksi Aeschynanthus, sedangkan
kelompok B tersusun atas 3 seksi, yaitu seksi Microtrichium, Polytrichium, dan
seksi Haplotrichium. Berdasarkan penilaian awal status konservasi, 12 spesies
Aeschynanthus yang ditemukan di Sulawesi Tengah ditetapkan status konservasi:
Aeschynanthus sp.1 nov., Aeschynanthus sp.3 nov., Aeschynanthus sp.4 nov. status
kritis (CR); Aeschynanthus sp.2 nov. status genting (VU); A. amboinensis, A.
batesii, A. burttii, A. citrinus, A. sojolianus status resiko rendah (LC) dan tiga spsies
yang belum teridentifikasi tidak dilakukan evaluasi (NE). | |