Show simple item record

dc.contributor.advisorChikmawati, Tatik
dc.contributor.advisorDjuita, Nina Ratna
dc.contributor.advisorKartonegoro, Abdulrokhman
dc.contributor.authorZulfadli
dc.date.accessioned2024-08-23T10:31:08Z
dc.date.available2024-08-23T10:31:08Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158398
dc.description.abstractAeschynanthus merupakan tumbuhan berbunga yang pertama kali diperkenalkan oleh Wiliam Jack pada tahun 1823 berdasarkan hasil eksplorasi di daerah Sumatra. Jumlah spesies di dunia yang telah diketahui hingga saat ini berjumlah 150 – 180 spesies yang tersebar mulai dari Cina Selatan, India Utara dan Selatan, seluruh Malesia hingga Nugini dan Kepulauan Solomon. Studi tentang genus Aeschynanthus sejauh ini telah banyak dilakukan, namun studi masih terbatas pada beberapa negara seperti Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Singapura dan Semenanjung Malaysia, sedangkan untuk kawasan Malesia khususnya Indonesia sangat kekurangan informasi. Di Indonesia sendiri, wilayah yang sangat kekurangan data tentang Aeschynanthus adalah Sulawesi, khususnya Sulawesi Tegah. Studi ini bertujuan untuk memutahirkan data Aeschynanthus di Provinsi Sulawesi Tengah dengan pendekatan morfologi. Penelitian menggunakan metode revisi taksonomi. Alur penelitian ini dimulai dengan melakukan pemeriksaan spesimen koleksi yang tersimpan di beberapa herbarium seperti Herbarium Bogoriense (BO) Badan Riset dan Inovasi Nasional, Herbarium Herbarium Kebun Raya Bogor (BOHB), Herbarium SEAMEO BIOTROP (BIOT), Herbarium Celebense (CEB) Universitas Tadulako dan Herbarium Royal Botanical Garden Edinburgh (E). Eksplorasi dilakukan untuk mengumpulkan spesimen di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah yang belum pernah dikunjungi. Spesimen yang terkumpul diindentifikasi menggunankan kunci identifikasi dan deskripsi Aeschynanthus yang tersedia. Terminologi mengacu pada penelitian sebelumnya dan menambahkan beberapa karakter yang sebelumnya tidak dijelaskan oleh peneliti sebelumnya. Analisis fenetik dilakukan dengan menggunakan program NTSYS versi 2.02. Sebanyak 12 spesies berbeda berhasil ditemukan meliputi lima spesies yang sudah dikenal sebelumnya yaitu A. amboinensis, A. batesii, A. burttii, A. citrinus, A. sojolianus; empat spesies diajukan sebagai spesies baru yaitu Aeschynanthus sp.1 nov., Aeschynanthus sp.2 nov., Aeschynanthus sp.3 nov. dan Aeschynanthus sp.4 nov., tiga spesies lainnya belum berhasil diidentifikasi dikarenakan beberapa karakter diagnostik tidak tersedia. Analisis fenetik terhadap jenis–jenis Aeschynanthus menggunakan 46 ciri morfologi mengelompokan seluruh spesies ke dalam dua kelompok besar (Kelompok A dan B) sesuai dengan kategori seksi. Kelompok A terdiri atas satu seksi, yaitu seksi Aeschynanthus, sedangkan kelompok B tersusun atas 3 seksi, yaitu seksi Microtrichium, Polytrichium, dan seksi Haplotrichium. Berdasarkan penilaian awal status konservasi, 12 spesies Aeschynanthus yang ditemukan di Sulawesi Tengah ditetapkan status konservasi: Aeschynanthus sp.1 nov., Aeschynanthus sp.3 nov., Aeschynanthus sp.4 nov. status kritis (CR); Aeschynanthus sp.2 nov. status genting (VU); A. amboinensis, A. batesii, A. burttii, A. citrinus, A. sojolianus status resiko rendah (LC) dan tiga spsies yang belum teridentifikasi tidak dilakukan evaluasi (NE).
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemutakhiran Data Aeschynanthus Jack (Gesneriaceae) di Sulawesi Tengah, Indonesiaid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordmorfologiid
dc.subject.keywordTaksonomiid
dc.subject.keywordfenetikid
dc.subject.keywordspesies baruid
dc.subject.keywordStatus konservasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record