| dc.description.abstract | Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) dikenal sebagai tanaman herbal dengan
kandungan metabolit sekunder yang beragam, termasuk senyawa fenolat, flavonoid,
dan terpenoid yang memiliki potensi farmakologis, terutama sebagai antioksidan.
Penelitian ini bertujuan menentukan sampel bagian tanaman dan fenotipe warna
bunga dengan kandungan fitokimia dan kapasitas antioksidan terbaik, serta
mengidentifikasi profil metabolit sekunder potensial dalam menghambat enzim prooksidan. Metode yang digunakan meliputi berbagai uji antioksidan, analisis
metabolomik menggunakan PCA dan HCA, virtual screening, dan simulasi dinamika
molekuler. Hasil menunjukkan fenotipe bunga ungu memiliki kandungan fitokimia
dan kapasitas antioksidan tertinggi, selain itu profil metabolit sekunder menunjukkan
perbedaan signifikan antar sampel bagian tananaman dengan terkonsentrasi tertinggi
terdapat pada bagian bunga dan daun untuk kedua fenotipe warna bunga, kemudian
berdasarkan penapisan virtual menunjukkan bahwa ortosifonon C memiliki nilai
energi afinitas sebesar -9,7 kcal.mol-1
terhadap enzim 5-Lipoksigenase (5-LOX),
sementara asam salvianolat B memiliki energi afinitas -11,3 kcal.mol-1
terhadap
enzim inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS), keduanya menunjukkan stabilitas
konformasi yang baik dalam simulasi dinamika molekuler selama 20 ns. Kesimpulan
menekankan pentingnya metode komputasi dan validasi eksperimental dalam
optimalisasi desain inhibitor. Saran untuk penelitian mendatang adalah melakukan
fraksinasi dan isolasi untuk validasi metabolit potensial serta pengujian in vitro lebih
lanjut terhadap kapasitas antioksidan dan penghambatan enzim pro-oksidan seperti
5-LOX dan iNOS. | |