Show simple item record

dc.contributor.advisorWasis, Basuki
dc.contributor.authorDIBA, PUTRI AYUNDA FARAH
dc.date.accessioned2024-08-23T03:27:37Z
dc.date.available2024-08-23T03:27:37Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158315
dc.description.abstractKegiatan pertambangan merupakan salah satu kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Pada umumnya, tambang batubara dilakukan pada tambang terbuka (open mining), sehingga akan berdampak terhadap perubahan bentang alam, sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, serta secara umum menimbulkan kerusakan pada permukaan bumi. Dampak ini secara otomatis akan mengganggu ekosistem di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan makrofauna, karakteristik tapak, serta hubungan karakteristik tapak terhadap kelimpahan makrofauna tanah pada empat lahan dengan kondisi yang berbeda di lahan pascatambang batubara PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan pada empat jenis lahan, yaitu lahan terbuka, lahan revegetasi muda, revegtasi tua, dan hutan alam. Pada uji Beda Nyata Terkecil (BNT), keempat lokasi penelitian memiliki nilai yang berbeda nyata semua. Hutan alam memiliki jumlah kelimpahan makrofauna tertinggi yaitu sebesar 58 individu/m! dengan 7 ordo dan 9 famili. Sedangkan lahan terbuka (LT) memiliki nilai kelimpahan makrofauna paling sedikit karena tidak ditemukan keberadaan makrofauna itu sendiri. Kelimpahan makrofauna tanah sendiri juga dipengaruhi oleh faktor edafis, klimatis, serta kerapatan vegetasinya.
dc.description.abstractMining activities are one of the activities that have the potential to cause impacts on the environment. In general, coal mining is carried out in open pits, so it will have an impact on changes in the landscape, physical, chemical, and biological properties of the soil, and generally cause damage to the earth's surface. This impact will automatically disrupt the ecosystem above it. This study aims to analyze the abundance of macrofauna, site characteristics, and the relationship between site characteristics and the abundance of soil macrofauna on four lands with different conditions in the post-coal mining land of PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara. This study was conducted on four types of land, namely open land, young revegetation land, old revegetation, and natural forest. In the Least Significant Difference (LSD) test, the four research locations all had significantly different values. Natural forests have the highest abundance of macrofauna, which is 58 individuals/m2 with 7 orders and 9 families. Meanwhile, open land (LT) has the lowest macrofauna abundance value because the presence of macrofauna itself was not found. The abundance of soil macrofauna itself is also influenced by edaphic, climatic, and vegetation density factors.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKelimpahan Makrofauna Tanah pada Beberapa Tutupan Lahan Tambang Batubara (PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara).id
dc.title.alternativeAbundance of Soil Macrofauna in Several Coal Mining Land Covers (PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara).
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordedafisid
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordklimatisid
dc.subject.keywordvegetasiid
dc.subject.keywordmakrofauna tanahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record