Pengaruh Aplikasi Gliocompost terhadap Karakteristik Biologi dan Kimia Tanah serta Pertumbuhan Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.)
Date
2024Author
Putri, Aliza Meisa
Widyastuti, Rahayu
Sanjaya, Wilhelmus Terang Arga
Metadata
Show full item recordAbstract
Sawi menjadi salah satu sayuran yang memiliki kandungan gizi tinggi. Produksi sawi nasional tahun 2022 mengalami penurunan dari 188.944 ton menjadi 173.537 ton pada tahun 2021 di wilayah Jawa Barat (BPS 2023). Penggunaan pupuk anorganik secara intensif memicu penurunan kualitas tanah sehingga terjadi penurunan produksi sawi. Perlunya upaya peningkatan produksi sawi untuk meningkatkan kualitas tanah, dengan mengembangkan pupuk organik yang mengandung mikrob. Pupuk hayati Gliocompost mengandung Azotobacter sp., Azospirillum sp. Bacillus sp. dan Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pemberian pupuk Gliocompost terhadap sifat kimia dan biologi tanah, serta pertumbuhan tanaman sawi pagoda. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari tanpa pupuk Gliocompost dan NPK (P0), 100% pupuk NPK (P1), 100% pupuk Gliocompost (P2), pupuk Gliocompost + 50% pupuk NPK (P3), dan pupuk Gliocompost + 75% NPK (P4). Dosis pupuk Gliocompost yang digunakan sebesar 20 kg/ha, pupuk majemuk NPK (16:16:16) sebesar 300 kg/ha dan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha. Aplikasi pupuk gliocompost + 75% NPK (P4) memberikan hasil tertinggi terhadap sifat biologi, yaitu mikrob dan fungi serta sifat kimia tanah berupa C-organik, N-total dan P-total, serta meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun sawi pagoda.
