| dc.contributor.advisor | Hanum, Farida | |
| dc.contributor.advisor | Bakhtiar, Toni | |
| dc.contributor.author | Nurfadila, Meyliana | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-20T04:14:56Z | |
| dc.date.available | 2024-08-20T04:14:56Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157936 | |
| dc.description.abstract | Industrialisasi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan
emisi gas rumah kaca dan limbah industri, sehingga menjadi tantangan besar bagi
keberlanjutan lingkungan. Industri perlu mengadopsi sistem persediaan yang lebih
ramah lingkungan sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Namun,
pendekatan ramah lingkungan ini berkontribusi pada total biaya yang cukup besar,
sehingga industri harus mengelola persediaan lebih efektif dengan
mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dalam model keputusan persediaan.
Oleh karena itu, penelitian ini membahas model sustainable economic production
quantity (SEPQ) dengan metode kalkulus untuk menentukan jumlah produksi
optimal yang meminimalkan total biaya dan dampak lingkungan. Model SEPQ
diformulasikan dalam dua skenario, yaitu model SEPQ tanpa backorder dan model
SEPQ dengan backorder. Model-model ini menghasilkan panjang siklus dan
kuantitas produksi optimum yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam
mengimplementasikan sistem persediaan yang sadar lingkungan. | |
| dc.description.abstract | Industrialization has significantly contributed to the increase in greenhouse
gas emissions and industrial waste, posing main challenges to environmental
sustainability. Industries need to adopt more environmentally friendly inventory
systems to address this issue. However, this environmentally friendly approach
contributes to substantial total costs, so industries must manage their inventory
more effectively by integrating environmental considerations into inventory
decision models. Therefore, this research discusses the sustainable economic
production quantity (SEPQ) model using calculus methods to determine the optimal
production quantity that minimizes total costs and environmental impact. The
SEPQ model is formulated in two scenarios: the SEPQ model without backorder
and the SEPQ model with backorder. These models yield the optimal cycle length
and production quantity, which are expected to help companies implement
environmentally conscious inventory systems. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Optimasi Model Economic Production Quantity Berkelanjutan yang Mempertimbangkan Emisi Gas Rumah Kaca dan Limbah Produksi | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Emisi GRK | id |
| dc.subject.keyword | Biaya persediaan | id |
| dc.subject.keyword | backorder | id |
| dc.subject.keyword | limbah air | id |
| dc.subject.keyword | model EPQ | id |