| dc.contributor.advisor | Sartika, Ika | |
| dc.contributor.advisor | Mulyono | |
| dc.contributor.author | Satria, Muhammad Fasha Putra | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-12T01:13:44Z | |
| dc.date.available | 2024-08-12T01:13:44Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157128 | |
| dc.description.abstract | Film dokumenter berfungsi sebagai media edukasi yang bertujuan memberikan
pencerahan atau pemahaman baru kepada publik tentang dunia. Sutradara
dengan keterampilan komunikasi yang baik dapat menjadi pemimpin yang
mampu memberikan arahan, motivasi, mediasi konflik, serta membangun
solidaritas dan hubungan interpersonal yang baik dalam tim. Penelitian ini
membahas dinamika proses penyutradaraan dalam pembuatan film semidokumenter
"Imba Rasagama". Proyek ini dilakukan dari Januari 2024 hingga
Mei 2024, dengan melibatkan beberapa lembaga dan kemitraan seperti Data
Desa Presisi IPB University, DPMD Kabupaten Bogor, dan The Group. Proses
penyutradaraan meliputi tiga tahapan utama, diantaranya praproduksi
(pengumpulan data, perancangan konsep, penulisan naskah), produksi
(pengambilan gambar, perekaman suara, penataan cahaya, persiapan talent), dan
pascaproduksi (editing, publikasi). Sutradara “Imba Rasagama”menerapkan
mise en scene yang merupakan elemen sinematografi ke dalam filmnya. Diluar
keterampilan teknis, sutradara juga harus memiliki wawasan kepemimpinan,
komunikasi kelompok, ilmu filmografi, dan konsep penceritaan untuk menjamin
kelancaran proses pembuatan film. | |
| dc.description.abstract | Documentary films serve as educational media aimed at providing
enlightenment or new understanding to the public about the world. A director
with good communication skills can effectively lead by providing direction,
motivation, conflict mediation, and fostering team solidarity and interpersonal
relationships. This study examines the dynamics of directing in the making of
the semi-documentary film "Imba Rasagama." The project, conducted from
January 2024 to May 2024, involved partnerships with Data Desa Presisi IPB
University, DPMD Kabupaten Bogor, and The Group. The directing process
includes three main stages: pre-production (data collection, concept design,
scriptwriting), production (filming, sound recording, lighting setup, talent
preparation), and post-production (editing, publication). The director of "Imba
Rasagama" applied mise en scène, a cinematographic element, to the film.
Besides technical skills, the director must also have leadership insights, group
communication skills, filmography knowledge, and storytelling concepts to
ensure a smooth film production process. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Dinamika Proses Penyutradaraan Pembuatan Film Semi Dokumenter "Imba Rasagama" | id |
| dc.title.alternative | Process Dynamics of Filmmaking Directing “Imba Rasagama” Semi-Documentary Movie | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | film semi dokumenter | id |
| dc.subject.keyword | Director | id |
| dc.subject.keyword | imba rasagama | id |
| dc.subject.keyword | semi-documentary film | id |