Peningkatan Akses Air Minum Menggunakan Permodelan EPANET 2.0 Pada SPAM Bantargebang
Abstract
Air merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-sehari, dalam kegunaanya air dapat digunakan untuk kegiatan seperti mencuci, memasak, mandi, dll. Sebagai salah satu aspek penting, dalam pemenuhan kebutuhan air tentunya terdapat beberapa kendala yang terjadi, salah satunya aliran air yang sampai ke rumah pelanggan, tidak terkecuali pada daerah Kecamatan Bantargebang. Kecamatan Bantargebang memiliki beberapa unit rumah pompa yaitu SPAM Bantargebang sebagai pemenuhan kebutuhan air tersebut. Namun, dalam kebutuhan sehari-hari air yang sampai ke rumah pelanggan tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui wilayah pada Kecamatan Bantargebang yang masih bisa dilakukan pengembangan, kebutuhan air wilayah tersebut, serta rekomendasi pengembangan yang dapat diberikan, sehingga dilakukan simulasi dengan bantuan software EPANET 2.0 untuk melakukan peningkatan pada SPAM Bantargebang
agar para pelanggan dapat terpenuhi kebutuhannya. Proyeksi juga dilakukan dan simulasi untuk 5 tahun kedepan, yaitu pada tahun 2028, sehingga dapat diketahui langkah tepat untuk pengembangan selanjutnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada wilayah Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Ciketing Udik, dan Kelurahan Sumur Batu masih bisa dilakukan pengembangan jaringan perpipaan dan perlu ada beberapa langkah perbaikan pada pendistribusian pada tahun 2023 dan tahun 2028 Water is one of the essential aspects of everyday life; it can be used for activities such as washing, cooking, bathing, etc. A critical aspect in fulfilling water needs, of course, is that some obstacles occur, one of them being the flow of water that reaches the customer's home, not except in the area of Bantargebang. This research aims to find out the location of the Bantargebang district that can still be developed, the water needs of the region, and the development recommendations that can be given. So, a simulation was done with the help of EPANET 2.0 software to improve the drinking water supply system to help customers meet their needs. Projections and simulations are also being made for the next five years, in 2028, so we can know the proper steps for further development. The research results show
that Cikiwul, Ciketing Udik, and Sumur Batu areas can be undertaken to develop the network, and there needs to be some improvement measures on the distribution
by 2023 and 2028.
