| dc.contributor.advisor | Soekmadi, Rinekso | |
| dc.contributor.advisor | Arifin, Hadi Susilo | |
| dc.contributor.author | Wahyu, Khairunnisa Wizdjanul | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-09T06:16:58Z | |
| dc.date.available | 2024-08-09T06:16:58Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156828 | |
| dc.description.abstract | Taman Hutan Raya Djuanda, yang ditetapkan pada tahun 1985 melalui
Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3, merupakan Taman Hutan Raya
pertama di Indonesia. Luas total Taman Hutan Raya Djuanda adalah 528.393
hektar, merupakan taman hutan raya terluas di Provinsi Jawa Barat. Kondisi alam
Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda mendukung pemanfaatan wisata alam dan
fasilitasnya untuk mengembangkan pendidikan lingkungan. Fokus dari penelitian
ini adalah untuk menilai keberlanjutan pengelolaan Taman Hutan Raya Djuanda
terkait dengan empat pilar keberlanjutan yaitu ekologi, ekonomi, sosial budaya dan
kelembagaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga November
2023. Penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan menggunakan metode
Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
nilai dimensi ekologi sebesar 57,99% (seluruhnya berkelanjutan), nilai dimensi
ekonomi sebesar 74,20% (seluruhnya berkelanjutan), nilai dimensi sosial budaya
sebesar 32,48% (kurang berkelanjutan), dan nilai dimensi kelembagaan sebesar
52,80% (seluruhnya berkelanjutan). Nilai keseluruhan status keberlanjutan Taman
Hutan Raya Djuanda adalah 54,37% (seluruhnya berkelanjutan). Dimensi sosial
budaya menunjukkan nilai terendah dan tergolong kurang lestari, sedangkan
dimensi ekonomi menunjukkan nilai tertinggi. Berdasarkan analisis SWOT, untuk
faktor internal menunjukan indeks posisi 1.53 (dengan rincian kekuatan 2.00 dan
kelemahan 0.47), sedangkan untuk faktor eksternal menunjukan indeks posisi 1.00
(dengan rincian peluang 1.54 dan ancaman 0.54). Analisis tersebut menunjukan
bahwa titik koordinat internal dan eksternal berada di titik positif atau kuadran I,
sehingga strategi pengembangan yaitu mengoptimalkan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang. Hasil penelitian merekomendasikan 3 strategi utama
pengelolaan yaitu, (1) mengoptimalkan tahura sebagai kawasan konservasi, (2)
meningkatkan daya tarik wisata, dan (3) meningkatkan pemberdayaan masyarakat | |
| dc.description.abstract | Djuanda Grand Forest Park, established in 1985 by Decree No. 3 of the
President of the Republic of Indonesia, is the first Grand Forest Park in Indonesia.
The total area of Djuanda Grand Forest Park is 528,393 hectares, the largest grand
forest park in West Java Province. Natural conditions of the Grand Forest Park Ir.
H Djuanda supports using natural tourism and facilities to develop environmental
education. The focus of this study is to assess the sustainability of the Djuanda
Grand Forest Park management in relation to the following four pillars of
sustainability: ecological, economic, sociocultural, and institutional. This research
was conducted from September to November 2023. The assessment of
sustainability status was conducted utilizing the Multi-Dimensional Scaling (MDS)
method. The results of this research show that the ecological dimension value is
57,99% (entirely sustainable), the economic dimension value is 74,20% (entirely
sustainable), the sociocultural dimension value is 32,48% (less sustainable), and the
institutional dimension value is 52,80% (entirely sustainable). The overall value of
the sustainability status of the Djuanda Grand Forest Park was 54,37% (entirely
sustainable). The socio-cultural dimension exhibits the lowest value and is
classified as less sustainable, whereas the economic dimension demonstrates the
highest value and is classified as entirely sustainable. The results of the SWOT
analysis indicate that the internal factors have a position index of 1.53, with
strengths of 2.00 and weaknesses of 0.47. and the external factors have a position
index of 1.00, with opportunities of 1.54 and threats of 0.54. The results indicate
that both the internal and external coordinates are in the positive quadrant I.
Consequently, the optimal development strategy is to optimize the strengths to
capitalize on the opportunities. The findings of the study suggest three primary
management strategies: (1) optimizing the grand forest park as a conservation area,
(2) enhancing tourist attractions, and (3) strengthening community empowerment. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Kajian Keberlanjutan
Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Provinsi Jawa Barat | id |
| dc.title.alternative | The Sustainability Management of Djuanda Grand Forest Park in Bandung in West Java Province | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | conservation area | id |
| dc.subject.keyword | djuanda grand forest park | id |