Show simple item record

dc.contributor.advisorMulyana, Bedi
dc.contributor.advisorBonanza, Occy
dc.contributor.authorIrawan, Tiara
dc.date.accessioned2024-08-09T02:05:41Z
dc.date.available2024-08-09T02:05:41Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156778
dc.description.abstractWisata heritage memanfaatkan warisan sejarah dan budaya sebagai daya tarik utamanya. Kota Payakumbuh memiliki 28 bangunan dan satu kawasan heritage yang belum sepenuhnya dikembangkan karena proses pendataan masih baru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi heritage untuk dikembangkan menjadi ekowisata heritage, memahami permintaan wisatawan, dan merancang paket wisata serta souvenir dan peta wisata. Data potensi heritage diperoleh melalui studi dokumen, wawancara, observasi, dan form penilaian, sedangkan data permintaan wisatawan dikumpulkan dari 306 responden menggunakan kuesioner yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan penyusunan paket ekowisata. Analisis data heritage dilakukan secara kualitatif deskriptif, dan data permintaan wisatawan dianalisis kuantitatif dengan skala likert 1-5 menggunakan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan terdapat 29 objek heritage, dengan 19 masih difungsikan, 2 dialihfungsikan, dan 8 tidak difungsikan, sehingga 21 objek dinilai untuk memperoleh objek unggulan. Persepsi wisatawan terhadap pengembangan ekowisata heritage positif, dengan motivasi utama sejarah dan budaya. Biaya yang bersedia dikeluarkan berkisar Rp100.000-Rp500.000, dan souvenir yang diinginkan berupa kaos, tas jinjing, dan gantungan kunci. Paket wisata "Payakumbuh Historiage Walk" terdiri dari "Pakuhiwa Nan Kilek" dan "Pakuhiwa Bamalam" yang berbeda dalam jarak dan durasi wisata.
dc.description.abstractHeritage tourism utilizes historical and cultural heritage as its main attraction. Payakumbuh City has 28 buildings and one heritage area that have not been fully developed because the data collection process is still new. This research aims to identify heritage potential to be developed into heritage ecotourism, understand tourist demand, and design tour packages as well as souvenirs and tourist maps. Data on heritage potential was obtained through document studies, interviews, observations, and assessment forms, while data on tourist demand was collected from 306 respondents using a questionnaire which will later be used as a reference for the preparation of ecotourism packages. Analysis of heritage data was done qualitatively descriptively, and tourist demand data was analyzed quantitatively with a Likert scale of 1-5 using Microsoft Excel. The results showed that there were 29 heritage objects, with 19 still functioning, 2 converted, and 8 not functioning, so 21 objects were assessed to obtain superior. Tourists' perceptions of heritage ecotourism development are positive, with the main motivation being history and culture. The costs that are willing to be spent range from Rp100,000- Rp500,000, and the desired souvenirs are t-shirts, tote bags, and key chains. The "Payakumbuh Historiage Walk" tour package consists of "Pakuhiwa Nan Kilek" and "Pakuhiwa Bamalam" which differ in distance and tour duration.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan Paket Ekowisata Heritage Berdasarkan Permintaan Wisatawan di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Baratid
dc.title.alternativeHeritage Ecotourism Package Planning Based on Tourist Demand in Payakumbuh City West Sumatra Province
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordHeritage Ecotourismid
dc.subject.keywordPayakumbuh Cityid
dc.subject.keywordHeritage Potentialid
dc.subject.keywordTourist Demandid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record