Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorRahma, Hania
dc.contributor.authorYanti, Ina
dc.date.accessioned2024-08-08T07:46:51Z
dc.date.available2024-08-08T07:46:51Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156673
dc.description.abstractPembangunan ekonomi daerah memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja bagi penduduk setempat. Pembangunan ekonomi daerah melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada serta menjalin kemitraan dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ini dapat dimulai dari pengembangan pedesaan dan sektor pertanian, karena keduanya merupakan elemen penting dan dinamis dalam proses pembangunan ekonomi secara keseluruhan, terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah. Akibat lemahnya pendekatan pembangunan munculnya banyak permasalahan. Pengembangan ekonomi lokal merupakan sebuah pendekatan perencanaan pembangunan yang sangat relevan bagi daerah kota dan kabupaten di Indonesia. Kabupaten Aceh Utara adalah daerah penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh dengan nilai PDRB sebesar Rp17,70 triliun, namun tingkat kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara mencapai 16,64% pada tahun 2023 atau menempati peringkat ke-7 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Angka ini jauh di atas tingkat kemiskinan Provinsi Aceh dan nasional. Penelitian ini menggunakan metode PROMETHEE, sebuah metode multi-criteria analysis (MCA) berbasis outranking yang didasarkan pada hubungan biner antara dua alternatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa padi, kelapa, dan kelapa sawit adalah komoditas unggulan dengan nilai net flow positif, yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa padi memiliki stabilitas tertinggi sebagai komoditas unggulan. Penetapan kluster ekonomi ini diharapkan mendorong pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, hasil penelitian menggunakan metode MICMAC menunjukkan bahwa variabel kunci dalam menentukan pengembangan ekonomi lokal melalui komoditas unggulan meliputi: 1) Kapasitas SDM petani, 2) Infrastruktur konektivitas, 3) Penguatan organisasi petani, 4) Teknologi pengolahan, 5) Infrastruktur irigasi, 6) Dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan, 7) Ketersediaan sarana produksi (benih, pupuk, dll), dan 8) Hilirisasi industri petani. Variabel-variabel ini terutama berpengaruh terhadap variabel lainnya, yaitu: 1) Nilai tambah ekonomi dari pengembangan komoditas unggulan, 2) Penyerapan tenaga kerja lokal, 3) Pendapatan daerah, dan 4) Pendapatan masyarakat lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Aceh Utara dalam menentukan strategi pengembangan ekonomi lokal melalui komoditas unggulan.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Komoditas Pertanian Unggulan di Kabupaten Aceh Utaraid
dc.title.alternativeLocal Economic Development Based on Leading Agricultural Commodities in North Aceh Regency
dc.typeTesis
dc.subject.keywordMICMACid
dc.subject.keywordMetode Prometheeid
dc.subject.keywordEkonomi Lokalid
dc.subject.keywordKomoditas unggulanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record