Show simple item record

dc.contributor.advisorIstomo
dc.contributor.advisorPutra, Erianto Indra
dc.contributor.authorPutri, Nindhy Meyrista Sekar Agta
dc.date.accessioned2024-08-07T08:07:42Z
dc.date.available2024-08-07T08:07:42Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156494
dc.description.abstractHutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Buluh merupakan kawasan lindung gambut di Jambi yang tergolong masih alami dan memiliki vegetasi yang sangat rapat. Penelitian ini bertujuan menduga kerapatan vegetasi mengunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), menduga biomassa dan cadangan karbon beserta tingkat bahaya kebakaran, serta menganalisis hubungan NDVI dengan keanekaragaman vegetasi dan cadangan karbon di HLG Sungai Buluh. Metode yang digunakan meliputi analisis vegetasi, pendugaan karbon menggunakan pendekatan alometrik dan destruktif untuk tingkat semai dan tumbuhan bawah, pendugaan tingkat bahaya kebakaran menggunakan skoring tutupan lahan dan nilai NDVI. Berdasarkan hasil analisis NDVI, kelas kerapatan terbagi menjadi kelas 1 (-0,015 – 0,369), kelas 2 (0,369 – 0,438), kelas 3 (0,438 – 0,633). Famili yang paling banyak ditemukan adalah Lauraceae, Dipterocarpaceae, dan Myrtaceae. Rata-rata biomassa dan kandungan karbon yang didapatkan masing-masing sebesar 191,26 ton/ha dan 89,90 ton C/ha. Tingkat bahaya kebakaran pada seluruh kelas menunjukkan kategori tinggi. Konsentrasi karbon berkorelasi paling tinggi dengan LBDS (r = 98,2%). Nilai NDVI memiliki korelasi tertinggi dengan jumlah jenis.
dc.description.abstractSungai Buluh Peat Protection Forest (HLG) is a peat protected area in Jambi that still natural and characterized by a high degree of vegetation density.This study aimed to estimate vegetation density using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), estimate biomass and carbon stock along with fire hazard levels, and analyze the relationship between NDVI, vegetation diversity, and carbon reserves in HLG Sungai Buluh. The methods used include vegetation analysis, carbon estimation using allometric and destructive testing for seedlings and understory plants, fire hazard level estimation using land cover scoring and NDVI values. The result showed NDVI was categorized into three classes, nemely class 1 (-0,015 – 0,369), class 2 (0,369 – 0,438), class 3 (0,438 – 0,633). The most families found were Lauraceae, Dipterocarpaceae, and Myrtaceae. The average biomass and carbon stock obtained were 191,26 tons/ha and 89,90 tons C/ha, respectively. Fire hazard levels in all classes were found to be high. Carbon stock strongly correlated with LBDS (r = 98,2%). The NDVI value strongly correlated with the number of species.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Kerapatan Vegetasi Menggunakan NDVI terhadap Cadangan Karbon dan Tingkat Bahaya Kebakaran di HLG Sungai Buluh, Jambiid
dc.title.alternativeRelationship Between Vegetation Density Assessed Using NDVI with Carbon Reserves and Fire Hazard Levels in HLG Sungai Buluh, Jambi
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordindeks vegetasiid
dc.subject.keywordkarbonid
dc.subject.keywordtutupan lahanid
dc.subject.keywordtingkat bahaya kebakaranid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record