| dc.description.abstract | Lahan pasang surut di Kalimantan Selatan dimanfaatkan sebanyak 24%
sebagai lahan sawah rawa pasang surut untuk budidaya padi. Lahan pasang surut
memiliki karakteristik di antaranya pH yang masam, Al-dd tinggi, dan kadar hara
yang rendah. Kondisi ini menjadi kendala lahan pasang surut untuk budidaya padi,
yang menyebabkan rendahnya rata-rata produktivitas padi, yaitu sebesar 2,9 ton/ha.
Penggunaan bahan pembenah tanah, salah satunya senyawa humat dapat menjadi
solusi untuk meningkatkan produktivitas padi. Penelitian dilakukan di Desa Kolam
Kanan, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Petak
percobaan mengadaptasi Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan
4 variasi dosis perlakuan, yaitu kontrol atau 0 kg/ha senyawa humat (A), 5 kg/ha
senyawa humat (B), 10 kg/ha senyawa humat (C), dan 15 kg/ha senyawa humat
(D). Aplikasi senyawa humat meningkatkan pH tanah, menstabilkan kadar Al3+
yang dapat dipertukarkan, meningkatkan nilai N-total, P-Potensial, K Potensial, K+
yang dapat dipertukarkan, dan KTK tanah. Berdasarkan hasil uji karakteristik kimia
tanah pasca penanaman, terdapat peningkatan pH hingga 10% dan KTK sebesar
50%, yaitu sebesar
58,07 cmol(+)/kg. Kondisi tersebut didukung dengan
penurunan Al-dd hingga 60%, sehingga serapan hara pada tanaman menjadi lebih
optimal. Aplikasi senyawa humat dengan taraf 10 kg/ha secara signifikan
menghasilkan nilai tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif yang paling tinggi
pada usia tanaman 2 MST (Minggu Sebelum Tanam), 4 MST, dan 6 MST. Bobot
akar dan panjang akar tanaman dengan nilai tertinggi terdapat pada taraf dosis
perlakuan 5 kg/ha dan 15 kg/ha. Aplikasi senyawa humat dengan dosis yang lebih
tinggi akan meningkatkan ukuran akar. Namun, efektivitas akar tidak dapat
direpresentasikan hanya melalui ukuran akar, khususnya akar primer dan sekunder.
Efektivitas serapan pada akar tersier dan kuartener lebih tinggi dibanding akar
primer dan sekunder. Kondisi tersebut ditunjang dengan nilai produktivitas akar
optimal pada 10 kg/ha. Produktivitas padi pada taraf dosis 10 kg/ha sebesar 3,2
ton/ha lebih besar 100% dibandingkan dengan produktivitas padi pada dosis 0 kg/ha
sebagai kontrol. Aplikasi senyawa humat meningkatkan resistensi tanaman
terhadap blas padi, di mana semakin tinggi dosis senyawa humat yang diberikan
akan menghasilkan intensitas serangan yang semakin rendah. | |