Show simple item record

dc.contributor.advisorImpron
dc.contributor.authorSalsabiela, Syasya
dc.date.accessioned2024-08-05T13:07:05Z
dc.date.available2024-08-05T13:07:05Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155718
dc.description.abstractBudidaya bunga marigold (Tagetes erecta L.) umumnya dilakukan dengan media pot yang mengakibatkan tanaman rentan terhadap kehilangan air. Oleh karena itu, menentukan volume irigasi yang tepat penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air tiap fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kadar air tanah (KAT) yang diberikan pada penelitian ini, adalah 33,5%, 53,5%, 73,5%, dan 93,5% dari air tersedia dengan tiga kali ulangan. KAT dijaga dengan memberikan irigasi sesuai kehilangan air tanaman tiap harinya. Hasil penelitian menunjukkan KAT yang tepat untuk bunga marigold berbeda tiap fasenya. Pada fase awal, KAT 93,5% meningkatkan perkembangan akar, sehingga perkembangan morfologi bunga marigold optimal. Namun, memasuki pertengahan musim, media tanam tidak dapat menjaga aerasi tanah sehingga kadar air rendah menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik. KAT 33,5% dari air tersedia menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan lebih baik dibandingkan tanaman dengan KAT lainnya. Tanaman dengan KAT 33,5% juga memiliki nilai Water Use Efficiency (WUE) rata-rata 1,9 g/l. Sedangkan nilai WUE rata-rata untuk KAT 53,5%, 73,5%, dan 93,5% dalam urutan adalah 1,6 g/l, 1,5 g/l, dan 0,3g/l. Selanjutnya rata-rata jumlah bunga tiap perlakuan berturut-turut adalah 6, 3, 2, dan 1 pada 56 HST. Hal ini menggambarkan adanya pengaruh nyata antara KAT terhadap morfologi tanaman.
dc.description.abstractCultivation of marigold flowers (Tagetes erecta L.) is commonly done in pots, making the crop prone to water loss. Therefore, determining the appropriate irrigation volume is crucial to enhance water use efficiency during each growth stage. Soil water content (SWC) provided in this study included 33,5%, 53,5%, 73,5%, and 93,5% of available water in three repetitions. SWC is maintained by providing irrigation based on the daily water loss of the crops. Research results indicate that the optimal soil water content varies for marigold flowers across different stage. During the initial stage, soil water content 93,5% increases root development, resulting in optimal marigold flower morphology development. However, entering mid-season, the growing medium is unable to maintain soil aeration, so low water content give better growth and development. Crops with a soil water content of 33.5% also demonstrate a high Water Use Efficiency (WUE) value, averaging at 1,9 g/l. Meanwhile, the average WUE value for soil water content for 53,5%, 73,5%, and 93,5 are 1,6 g/l, 1,5 g/l, and 0,3 g/l, respectively. The average flowers at 56 DAP for each treatment was 6, 3, 2, and 1, respectively. These results illustrate the significant influence between soil water content on marigold morphology.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRespons Pertumbuhan, Perkembangan, dan Efisiensi Pemanfaatan Air Bunga Marigold Terhadap Variasi Kadar Air Media Tanamid
dc.title.alternativeResponse Growth, Development, and Water Use Efficiency of Marigold Flowers to Variations in Soil Water Content
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbiomassid
dc.subject.keywordevapotranspirationid
dc.subject.keywordsoil water contentid
dc.subject.keywordmarigoldid
dc.subject.keywordand WUEid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record