| dc.description.abstract | Produk brominasi eugenol dengan bromin molekuler (Br2) telah dilaporkan
beragam, sehingga tahapan mekanisme brominasi belum terkonfirmasi. Penelitian
ini bertujuan mengusulkan dugaan mekanisme tersebut dengan menyintesis
berbagai turunan bromo eugenol yang mengandung atom bromin terikat pada gugus
alkena, cincin aromatik, dan keduanya. Pengaruh penambahan atom bromin
tersebut pada aktivitas antioksidan dan antimikrob juga diteliti. Metode sintesis
yang digunakan melibatkan (1) brominasi langsung eugenol dengan 1,2; 2,4; dan
3,6 ekuivalen (ekuiv) Br2 dalam kloroform, (2) brominasi eugenil benzoat dengan
2,4 ekuiv Br2 dalam kloroform, dan (3) debrominasi gugus 1,2-dibromida dari
beberapa produk brominasi dengan Zn berlebih dalam etanol. Berdasarkan
komposisi produk yang diperoleh, brominasi alkena ditemukan mendominasi
dengan 1,2 ekuiv Br2, diikuti oleh brominasi aromatik dengan Br2 berlebih (2,4 dan
3,6 ekuiv). Substitusi aromatik pertama terjadi pada posisi 6 (orto terhadap gugus
hidroksil), kemudian berlanjut pada posisi 5 (para terhadap gugus metoksi).
Berdasarkan hasil ini, brominasi eugenol dengan Br2 diusulkan berawal dengan
adisi elektrofilik pada gugus alkena, kemudian diikuti dengan substitusi elektrofilik
pada cincin aromatik. Proteksi fenol sebagai ester benzoil menggeser
regioselektivitas brominasi aromatik dari posisi 6 ke posisi 5. Gugus 1,2-dibromida
juga berhasil dieliminasi oleh Zn menghasilkan turunan dengan atom bromin pada
cincin aromatik. Secara keseluruhan, delapan produk brominasi telah berhasil
disintesis dengan rendemen yang baik (40% hingga kuantitatif) dan struktur
molekul telah dikonfirmasi dengan spektroskopi resonans magnetik inti. Semua
produk brominasi diukur aktivitas antioksidan terhadap 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil
(DPPH) dan dibandingkan dengan eugenol serta asam askorbat sebagai kontrol
positif. Semua produk brominasi menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih
rendah daripada eugenol. Produk brominasi aromatik di C-6 paling besar
aktivitasnya, disusul berturut-turut oleh produk brominasi alkena dan brominasi
aromatik di C-5. Penambahan semakin banyak atom bromin dan penataan-ulang
pada rantai samping semakin menurunkan aktivitas antioksidan. Hasil berbeda
ditunjukkan oleh aktivitas antibakteri. Produk dengan lebih dari satu atom bromin
pada cincin aromatik cenderung lebih kuat aktivitasnya terhadap bakteri yang
diujikan meskipun masih lebih lemah daripada gentamisin sebagai kontrol positif.
Terlepas dari potensi antioksidan dan antimikrob yang rendah, hasil penelitian ini
merupakan laporan komprehensif pertama tentang brominasi eugenol dengan Br2
dan yang pertama melaporkan brominasi alkena sebagai jalur utama brominasi
dengan jumlah Br2 yang hampir ekuimolar. Penelitian lanjutan masih diperlukan
untuk membuktikan mekanisme brominasi, antara lain (1) brominasi dengan 1,2
ekuiv pada produk-antara brominasi, (2) brominasi bertahap dengan sedikit demi
sedikit Br2 dan dipantau instrumen kromatografi gas-spektrometri massa untuk
studi kinetika, serta (3) studi komputasi termodinamika reaksi. | |