Kelayakan Usaha Madu Berbasis Eduwisata Lebah Tanpa Sengat di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kabupaten Lebong
Abstract
Kurangnya produksi madu nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mengakibatkan nilai impor madu meningkat dari tahun ke tahun. Faktor yang mempengaruhi rendahnya jumlah produksi madu hutan di Indonesia disebabkan oleh deforestasi hutan atau alih fungsi lahan dan kurangnya perhatian pemerintah, tercatat terjadinya penurunan luas lahan hutan dari tahun 2016 sampai tahun 2022 kehilangan lahan hutan seluas kurang lebih 3.000.000 ha. Salah satu cara agar usaha budidaya lebah bisa meningkat dan berkelanjutan adalah dengan integrasi tanaman perkebunan dan pertanian yang dilengkapi dengan sarana eduwisata dan pelatihan, karena kombinasi kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap pemahaman madu di masyarakat dan meningkatkan profit pelaku usaha dari kegiatan eduwisata.
Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kabupaten Lebong memiliki usaha madu berbasis eduwisata lebah tanpa sengat (stingless bee) yang menjadi pusat edukasi dan wisata sehingga berhasil menarik perhatian pengunjung untuk belajar dan sekaligus berwisata. Tujuan penelitian (1) Menganalisis kelayakan non finansial usaha madu dengan konsep eduwisata di Pondok Pesantren Nurul Qur’an (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha madu dengan konsep eduwisata tanpa paket pelatihan dan homestay dibandingkan dengan adanya paket pelatihan dan homestay menggunakan kriteria
investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period (3) Menganalisis tingkat perubahan maksimal produksi, biaya input dan output usaha madu konsep eduwisata tanpa paket pelatihan dan homestay (skenario I) dan usaha madu dengan konsep eduwisata dengan adanya paket pelatihan dan homestay (skenario II). Metode pengumpulan data menggunakan survei, wawancara, studi dokumen, serta
teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Hasil analisis terhadap aspek non finansial yang meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen dan hukum, aspek sosial dan ekonomi, serta aspek lingkungan menunjukkan usaha ini layak untuk dijalankan. Hasil analisis finansial dilihat dari perhitungan Payback Period, IRR, NPV dan Net B/C menunjukkan skenario II lebih cepat pengembaliannya dibandingkan skenario I. Hasil analisis swicthimg value pada skenario I dan skenario II untuk inflow lebih sensitif terhadap kenaikan harga dan penurunan produksi, sedangkan untuk outflow pada peningkatan biaya tenaga kerja, sehingga disarankan
memperhatikan kemampuan tanaman pakan lebah agar produksi madu berkelanjutan, menjaga kestabilan harga madu melalui pendekatan edukasi yang lebih kreatif kepada calon customer serta
meningkatkan kualitas kemasan produk yang lebih ekslusif, memberikan pelatihan kepada petani binaan sebagai langkah antisipasi kurangnya produksi madu di pondok pesantren, dan memperluas promosi secara offline maupun online secara masif dan konsisten. The lack of national honey production to meet domestic needs has resulted in
an increase in the value of honey imports from year to year. Several factors that
influence the low amount of forest honey production in Indonesia are caused by
deforestation or land conversion and lack of government attention, it was recorded
that there was a decrease in the area of forest land from 2016 to 2022, losing
approximately 3,000,000 ha of forest land. One way for beekeeping efforts to
increase and be sustainable is by integrating plantation and agricultural crops
equipped with educational tourism and training facilities, because the combination
of these activities has a positive impact on the understanding of honey in the
community and increases the profits of business actors from educational tourism
activities.
Nurul Qur'an Islamic Boarding School, Lebong Regency has a honey
business based on stingless bee educational tourism which is a center for education
and tourism so that it has succeeded in attracting visitors to learn and at the same
time travel. Purpose of this research (1) Analyze the non-financial
feasibility of honey business with educational tourism concept at Nurul Qur'an
Islamic Boarding School (2) Analyze the financial feasibility of honey business
with educational tourism concept without training package and homestay
compared to having training package and homestay using investment criteria,
namely NPV, Net B/C, IRR, and Payback Period (3) Analyze the maximum
level of change in production, input and output costs of honey business with
educational tourism concept without training package and homestay (scenario
I) and honey business with educational tourism concept with training package
and homestay (scenario II). Data collection method using survey, interview,
document study, and sampling technique using purposive sampling.
Collections
- MT - Economic and Management [3197]
