Show simple item record

dc.contributor.authorMailani, Aulia
dc.date.accessioned2010-05-07T10:06:36Z
dc.date.available2010-05-07T10:06:36Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/15518
dc.description.abstractKondisi hutan di Indonesia saat ini dalam keadaan memprihatinkan karena ban yak terjadi kerusakan hutan akibat perilaku alam maupun perilaku manusia. Perilaku alam dapat berupa· hama dan penyakit, letusan gunung api, kekeringan, kebakaran dan banjir. Sedangkan perilaku manusia dapat berupa peladangan ilegal, penebangan tanpa batas, dan penggunaan lahan sebagai areal pertambangan. Gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan hutan terdegradasi menjadi padang alang-alang, bahkan gundul. Hal ini akan mengganggu fungsi utama hutan yaitu produksi, lindung, eagar alam dan wisata. Kondisi demikian menyebabkan perlu adanya kegiatan reforestasi terhadap lanskap hutan tersebut dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi utama hutan dan huta!! menjadi lebih produktif. Pada areal hutan yang eukup luas, kegiatan reforestasi ini memerIukan waktu yang lama dalam menampakkan hasilnya. Sementara pemanfaatan kawasan hutan sebagai kawasan rekreasi menjadi tuntutan yang sangat mendesak. Karena itu, perIu adanya evaluasi terhadap aktifitas pengelolaan hutan yaitu reforestasi seeara visual agar dapat memperkirakan kualitas estetika selama proses reforestasi berlangsung untuk jangka waktu yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh reforestasi terhadap kualitas visual estetik lanskap hutan melalui simulasi komputer dengan studi kasus kawasan Taman Hutan Raya Bukit Suharto, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pereneanaan reforestasi dan memberikan konsep kualitas visual sebagai dasar pengelolaan sumberdaya visual (visual resources management) untuk tujuan rekreasi dari suatllianskap hutan. Dalam penelitian ini digunakan data berupa preferensi responden melalui pengisian kuisioner. Analisis data kuisioner dilakukan dengan menggunakan metode SSE (Scenic Beauty Estimation) untuk mendapatkan grafik nilai keindahan dari tiap-tiap image. Dari perhitungan nilai SSE diketahui bahwa setting lanskap yang memiliki nilai terendah adalah lanskap dengan karakteristik visual vegetasi bekas terbakar dan tidak terawat sedang setting lanskap yang memiliki nilai tertinggi adalah lanskap dengan karakteristik visual vegetasi rimbun dan hijau serta memiliki keharmonisan perbandingan antara open space dengan vegetasi. Serdasarkan persepsi responden, lanskap hutan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu elemen vegetasi, elemen air, dan elemen aksesibilitas. Pengklasifikasian lanskap hutan kawasan Tahura Sukit Suharto menghasilkan suatu anal isis mengenai selling lanskap hutan yang diinginkan untuk kemudian diterapkan sebagai suatu konsep disain lanskap hutan. Setting lanskap hutan yang diinginkan adalah lanskap hutan dengan vegetasi hijau dan rim bun disertai aksesibilitas berupa jal ur sirkulasi yang baik. Secara umum nilai SSE untuk image hasil simulasi memiliki trend yang sama baik pada kelompok mahasiswa KSH maupun kelompok mahasiswa Arsitektur Lanskap yaitu memiliki kecenderungan nilai SSE semakin meningkat pada tiap tahapan reforestasi. Nilai SSE terhadap lanskap hasil simulasi berkisar antara -87 sampai dengan 116,46. Lanskap dengan vegetasi pohon yang sudah dominan mendapat penilaian lebih tinggi daripada lanskap yang tingkat penutupan vegetasinya belum terlihat signifikan. Sehingga dapat diketahui bahwa keberadaan vegetasi pada suatu lanskap dapat mempertinggi nilai estetika visual dari setting lanskap tersebut. Dan kegiatan reforestasi diperlukan untuk menghasilkan tingkat penutupan vegetasi yang tinggi tesebut. Selain itu, vegetasi pohon merupakan komponen penting dari lanskap atau lingkungan alami. Dalam pelaksanaannya, kegiatan manajemen hutan perlu disertai wawasan estetik dari pihak pemegang HPH maupun Pemerintah Daerah dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah Kutai. Manajemen visual hutan dapat bennanfaat untuk pengembangan potensi rekreasi lanskap hutan selain menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung kehidupan manusia secara berkelanjutan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Reforestasi Asi Terhadap Kualitas Estetik Lanskap Hutan ( Studi Kasus : Taman Hutan Raya Bukit Suharto, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)id
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record