Dinamika Perkembangan Wilayah dan Dampaknya terhadap Kualitas Lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Date
2024Author
Sinaga, Diory Nathanael Xavelino
Pravitasari, Andrea Emma
Rosandi, Vely Brian
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan wilayah merupakan hasil dari upaya pengembangan wilayah
yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan
berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya kelembagaan,
sumber daya teknologi dan prasarana fisik secara efektif. Namun, perkembangan
wilayah yang khususnya diikuti dengan perubahan penggunaan dan tutupan lahan
dapat berdampak buruk pada kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini (1)
menganalisis perubahan tutupan lahan terutama persentase lahan terbangun, (2)
menganalisis ketersediaan infrastruktur perkecamatan, (3) menghitung indeks
kualitas lingkungan dan (4) mengkaji pengaruh perkembangan wilayah terhadap
kualitas lingkungan di Kabupaten Bekasi. Data yang digunakan berasal dari data
Potensi Desa dan dokumen dalam angka Kabupaten Bekasi tahun 2019 dan 2022.
Penelitian ini dilakukan dengan metode overlay peta tutupan lahan, analisis
skalogram dan tipologi klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan
paling banyak berubah menjadi lahan terbangun yakni sebesar 7.287,55 ha. Indeks
Perkembangan Kecamatan (IPK) cenderung mengalami peningkatan secara
keseluruhan di Kabupaten Bekasi dari 9,7 ke 10,43. Indeks Kualitas Lingkungan
(IKL) cenderung mengalami penurunan secara keseluruhan di Kabupaten Bekasi
dari 10,49 ke 7,57. Analisis tipologi Klassen antara IKL dengan IPK menunjukkan
bahwa wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi paling banyak berada pada kuadran
II (IKL tinggi dan IPK rendah) pada kedua titik tahun yaitu masing-masing
sebanyak 39,13% di tahun 2019 dan 34,78% di tahun 2022. Perbandingan antara
IKL dengan persentase lahan terbangun menunjukkan bahwa di tahun 2019 wilayah
kecamatan paling banyak berada pada kuadran II (IKL tinggi dan persentase lahan
terbangun rendah) sebesar 34,78%, sedangkan di tahun 2022 paling banyak berada
pada kuadran III (IKL dan persentase lahan terbangun rendah) yaitu sebesar 34,78%.
Kata kunci: Perkembangan kecamatan, infrastruktur, tutupan lahan, lahan terbangun,
lingkungan Regional expansion is the result of regional development efforts which aim
to achieve community welfare by utilizing various natural resources, human
resources, institutional resources, technological resources and physical
infrastructure effectively. However, regional development, especially accompanied
by changes in land use and cover, can have a negative impact on environmental
quality. The objectives of this research are (1) to analyze changes in land cover,
especially the percentage of built-up land, (2) to analyze the availability of sub district infrastructure, (3) to calculate the environmental quality index and (4) to
examine the influence of regional development on environmental quality in Bekasi
Regency. The data used comes from village potential data and documents in Bekasi
Regency figures for 2019 and 2022. This research was carried out using the land
cover map overlay method, scalogram analysis and klassen typology. The research
results show that the most land cover has changed to built-up land, namely 7287.55
ha. The District Development Index (DDI) tends to increase overall in Bekasi
Regency from 9,7 to 10,43. The Environmental Quality Index (EQI) tends to
decrease overall in Bekasi Regency from 10,49 to 7,57. Klassen typology analysis
between EQI and DDI shows that most sub-district areas in Bekasi Regency are in
quadrant II (high EQI and low DDI) at both points in the year, namely 39,13% in
2019 and 34,78% in 2022. Comparison between EQI and the percentage of built up area shows that in 2019 the most sub-district areas were in quadrant II (high EQI
and low percentage of built-up area) at 34,78%, while in 2022 the most were in
quadrant III (low EQI and low percentage of built-up land) namely 34,78%.
Keywords: Regional development, infrastructure, built-up area, environment
