Strategi Pengelolaan Ekowisata di Hutan Mangrove Kampung Sejahtera, Kota Bengkulu
Date
2024Author
Sari, Devi Nur Indah
Santoso, Nyoto
Hermawan, Rachmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Hutan Mangrove Kampung Sejahtera mempunyai letak yang strategis dan memiliki sumber daya yang dapat menjadi objek dan daya tarik wisata, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi alternatif destinasi wisata alam. Disisi lain, kawasan ini tidak terlepas dari ancaman. Rumusan strategi pengelolaan wisata perlu disusun dengan mempertimbangkan potensi sumber daya wisata dan persepsi pengunjung serta masyarakat. Data vegetasi mangrove diperoleh dengan cara observasi lapangan menggunakan metode garis berpetak pada lima stasiun pengamatan yang diolah untuk mendapat indeks nilai penting (INP) dan indeks keanekaragaman jenis (H’). Data satwa liar dan biota air diperoleh dengan metode jelajah (eksplorasi) dan wawancara dengan nelayan dan masyarakat, serta pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Baai. Selanjutnya, daftar jenis satwa liar dan biota air ditabulasikan berdasarkan kelompoknya. Persepsi pengelolaan wisata diperoleh dari pengunjung dan masyarakat dengan total sebanyak 60 responden yang diolah untuk mendapatkan tingkat capaian responden berdasarkan skala likert. Hasil akhir dari analisis data mengenai kondisi pengelolaan kawasan, potensi keanekaragaman hayati, dan persepsi pengunjung dan masyarakat, akan dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menghasilkan rumusan strategi pengelolaan wisata.
Komposisi jenis vegetasi terdiri dari api-api (Avicennia alba), mangi-mangi (Bruguiera gymnorrhiza), teruntum (Lumnitzera littorea), bakau minyak (Rhizophora apiculata), perepat (Sonneratia alba), nyirih (Xylocarpus granatum), nipah (Nypa fruticans), paku laut (Acrostichum aureum), dan soga (Ceriops tagal). Indeks nilai penting (INP) tertinggi pada tingkat pohon, pancang, maupun semai yaitu perepat (Sonneratia alba). Indeks keanekaragaman jenis (H’) untuk semai, pancang, dan pohon berturut-turut 1.64, 1.83, dan 1.55. Satwa liar yang ditemukan termasuk ke dalam kelompok mamalia, biota air, burung, dan reptilia. Kondisi hutan mangrove yang nyaman, sebagai habitat burung, mamalia, dan satwa akuatik merupakan sumber daya yang dapat menjadi daya tarik wisata. Gangguan lingkungan yang perlu diwaspadai, yaitu gangguan satwa liar (seperti monyet ekor panjang dan ular), petir, angin kencang, dan potensi tsunami. Aksesibilitas termasuk kategori baik dengan kondisi jalan yang lebar dan beraspal, terjangkau dengan kendaraan umum.
Strategi pengelolaan wisata dapat dilakukan melalui penguatan kapasitas kelembagaan pengelola wisata berbasis masyarakat, kerja sama dengan investor dalam mengatasi pendanaan, pengelolaan sumber daya wisata dan pengunjung yang tepat. Selain itu juga perlu dilakukan penyusunan program wisata yang inovatif dan edukatif, manajemen bahaya lingkungan,pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana yang inovatif dan ramah lingkungan, pengelolaan dan pengembangan pemasaran dan promosi melalui berbagai media, edukasi dan penegakan hukum lingkungan.
Collections
- MT - Forestry [1511]
