Show simple item record

dc.contributor.advisorPutra, Erianto Indra
dc.contributor.authorYusri, Hidayatsyah
dc.date.accessioned2024-07-16T00:30:05Z
dc.date.available2024-07-16T00:30:05Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153711
dc.description.abstractKabupaten Fakfak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang termasuk kedalam wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan keeratan hunungan antara curah hujan, anomali Sea Surface Temperature (SST) dan jumlah titik hotspot. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara curah hujan, anomali SST dan titik panas (hotspot) di Kabupaten Fakfak. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023 - Maret 2024 di Laboratorium Kebakaran Hutan, Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut pertanian Bogor. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian, data titik panas MODIS dan VIIRS dan data anomali SST 3.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan berbanding terbalik dengan titik panas dengan korelasi -0,186. Anomali SST berbanding terbalik dengan curah hujan dengan nilai korelasi negatif sebesar -0,054. Sedangkan anomali SST berbanding lurus dengan titik panas dengan nilai korelasi positif sebesar 0,288. Anomali SST tidak berpengaruh nyata terhadap curah hujan di Papua Barat sehingga dengan demikian anomali SST tidak terlalu berpengaruh terhadap kejadian kebakaran di Kabupaten Fakfak.
dc.description.abstractFakfak Regency is one of the regencies in West Papua Province that is prone to forest and land fires. Previous researches indicates a strong relation between precipitaton, Sea Surface Temperature (SST) Anomaly and number of hotspots. The aim of this study is to analyze the relationship between rainfall, Sea Surface Temperature (SST) anomalies, and hotspots in Fakfak Regency. This research was conducted from November 2023 to March 2024 in the Forest Fire Laboratory, Department of Silviculture, Faculty of Forestry and Environment, Bogor Agricultural University. The data used include daily rainfall data, MODIS and VIIRS hotspot data, and SST 3.4 anomaly data. The results show that precipitation is inversely related to hotspots with a correlation of -0.186. SST anomalies are inversely related to precipitation with a negative correlation of -0.054, while SST anomalies are directly related to hotspots with a positive correlation of 0.288. SST anomalies do not significantly affect precipitation in Fakfak Regency, and therefore, the SST anomalies do not influence the occurrences of fires in Fakfak Regency.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Curah hujan dan Anomali Sea Surface Temperature Terhadap Jumlah Hotspot di Kabupaten Fakfak, Papua Baratid
dc.title.alternativeAssessing Rainfall and Sea Surface Temperature Anomalies Influences on the Number of Hotspots in Fakfak Regency, West Papua
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordcurah hujanid
dc.subject.keywordAnomali SSTid
dc.subject.keywordtitik panasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record