| dc.contributor.advisor | Widayati, Kanthi Arum | |
| dc.contributor.advisor | Rohmatullayaly, Eneng Nunuz | |
| dc.contributor.author | Suryono, Alfina Zalfa | |
| dc.date.accessioned | 2024-07-03T13:43:47Z | |
| dc.date.available | 2024-07-03T13:43:47Z | |
| dc.date.issued | 2024-07 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153135 | |
| dc.description.abstract | Fluid intelligence is the ability to think logically and abstractly. Executive
function is the behavioral ability to coordinate, control and adapt to new
situations. Fluid intelligence and executive function play an important role in the
ability to solve problems, adapt, and carry out daily behavior. Previous research
states that high fluid intelligence is followed by high executive function.
Currently, there are no data regarding the relationship between fluid intelligence
and executive function and the socio-demographic factors associated with both
variables. Therefore, this study to examine the relationship and socio demographic factors between fluid intelligence and executive function in students
in Indonesia. This study was conducted using a questionnaire and the zoom
platform with a total of 306 university student in Indonesia. First, responders will
complete a questionnaire containing demographic information. Second,
respondents will be contacted again to assess fluid intelligence using the Baddeley
Reasoning Test and executive function measurement using Tower of Hanoi. This
study found that fluid intelligence was not substantially linked with planning time.
However, high fluid intelligence was strongly related with fewer movement and
shorter total time. The socio-demographic component related with fluid
intelligence is age. Socio-demographic factors related with executive function
include sex, education level, and study discipline, as well as overall time. | id |
| dc.description.abstract | Kecerdasan cair adalah kemampuan berpikir logis dan abstrak. Fungsi
eksekutif adalah kemampuan perilaku untuk berkoordinasi, mengendalikan dan
beradaptasi di situasi baru. Kecerdasan cair dan fungsi eksekutif berperan penting
dalam kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, dan menjalankan perilaku
sehari-hari. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kecerdasan cair yang tinggi
diikuti dengan fungsi eksekutif yang tinggi. Saat ini, belum ada data mengenai
hubungan antara kecerdasan cair dan fungsi eksekutif serta faktor sosio-demografi
yang terkait dengan kedua variabel tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menguji hubungan dan faktor sosio-demografi antara kecerdasan
cair dan fungsi eksekutif pada siswa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan kuesioner dan platform zoom dengan total 306 mahasiswa di
Indonesia. Pertama, responden akan mengisi kuesioner yang berisi informasi
sosio-demografi. Kedua, responden akan dihubungi kembali untuk menilai
kecerdasan cair menggunakan Baddeley Reasoning Test dan pengukuran fungsi
eksekutif menggunakan Tower of Hanoi. Studi ini menemukan bahwa kecerdasan
cair tidak secara substansial terkait dengan waktu perencanaan. Namun,
kecerdasan cair yang tinggi sangat terkait dengan langkah lebih sedikit dan
singkatnya total waktu. Komponen sosio-demografi yang berhubungan dengan
kecerdasan cair adalah usia. Faktor sosio-demografi yang berhubungan dengan
fungsi eksekutif meliputi jenis kelamin, tingkat pendidikan, disiplin belajar, serta
waktu secara keseluruhan. | id |
| dc.description.sponsorship | Program Fast-track Sinergi 2022 | id |
| dc.language.iso | en | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Relationship between Fluid Intelligence and Executive Function among University Students in Indonesia | id |
| dc.title.alternative | Hubungan antara Kecerdasan Cair dan Fungsi Eksekutif di Mahasiswa Indonesia | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | BRT | id |
| dc.subject.keyword | Tower of Hanoi | id |
| dc.subject.keyword | Indonesian Student | id |