Show simple item record

dc.contributor.advisorMansur, Irdika
dc.contributor.authorDaniswati, Nisa
dc.date.accessioned2024-06-20T04:30:23Z
dc.date.available2024-06-20T04:30:23Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152864
dc.description.abstractPenambangan batu bara dengan metode open pit mining menyebabkan gangguan terhadap lingkungan sehingga reklamasi dan revegetasi perlu dilakukan. Revegetasi di PT Bukit Asam dilakukan dengan menggunakan tanaman lokal jenis kayu putih yang ditanam tahun 2016 – 2021. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi pertumbuhan kayu putih pada tahun tanam 2016 – 2021 serta menentukan status keberhasilan reklamasi berdasarkan daya hidup dan tutupan tajuk di lahan pascatambang PT Bukit Asam. Metode pengumpulan data pertumbuhan tegakan kayu putih dilakukan dengan purposive sampling pada petak ukur berukuran 40 m x 25 m. Intensitas sampling yang digunakan sebesar 5% dari lahan pascatambang kayu putih seluas 24 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi, diameter batang, tebal tajuk, diameter tajuk, dan luas tajuk kayu putih pada tahun tanam 2016 memiliki pertumbuhan paling besar, sedangkan pada tahun tanam 2021 memiliki pertumbuhan paling rendah. Reklamasi lahan pascatambang pada tahap revegetasi telah mencapai nilai persentase hidup kayu putih > 80%, tetapi pada tahap penyelesaian akhir reklamasi belum berhasil dilakukan karena persentase tutupan tajuk kayu putih < 80%.id
dc.description.abstractCoal mining using the open pit mining method causes environmental disturbances, so reclamation and revegetation need to be carried out. At PT Bukit Asam, revegetation is carried out using local tree species, specifically kayu putih, planted between 2016 – 2021. The research aims to evaluate the growth of kayu putih during the period from 2016 – 2021 and determine the success status of reclamation based on tree survival rate and canopy cover in PT Bukit Asam’s post-mining land. Data collection for kayu putih tree growth was conducted using purposive sampling in sample plots measuring 40 m x 25 m. A sampling intensity of 5% was applied to the 24 ha post-mining reclamation area for kayu putih. Research results indicate that tree height, stem diameter, canopy thickness, canopy diameter, and canopy area of kayu putih showed the highest growth in the 2016 planting year, while the lowest growth occurred in the 2021 planting year. Although reclamation of post-mining land during the revegetation phase has achieved a survival rate of kayu putih > 80%, the final completion stage of reclamation has not been successful due to a canopy cover percentage < 80%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Pertumbuhan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) Hasil Reklamasi di Lahan Pascatambang PT Bukit Asam, Sumatera Selatanid
dc.title.alternativeEvaluation of the Growth of Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) Reclamation Results on PT Bukit Asam Post-mining Land, South Sumateraid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCanopy coverid
dc.subject.keywordPost-mining landid
dc.subject.keywordSurvival rateid
dc.subject.keywordTree growthid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record