View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Genotipe, Umur Panen, dan Optimasi Ekstraksi Kandungan Polifenol dan Kapasitas Antioksidan Okra (Abelmoschus esculentus) sebagai Inhibitor α-Glukosidase

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.517Mb)
      Fullteks (5.967Mb)
      Lampiran (2.385Mb)
      Date
      2024
      Author
      Liwanda, Novian
      Nurcholis, Waras
      Syukur, Muhamad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Okra merupakan tanaman konsumsi yang telah terkenal di berbagai belahan dunia. Tanaman ini juga tergolong tanaman yang memiliki khasiat farmakologi. Akan tetapi, pengetahuan terkait tanaman ini masih sangat rendah di Indonesia serta kurangnya informasi ilmiah yang akurat mengenai tanaman ini menjadi gap yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi genotipe terbaik, umur panen optimum, dan kombinasi ekstraksi optimal tanaman okra yang dapat mengasilkan kandungan total fenolik (TPC), total flavonoid (TFC), dan kapasitas antioksidan (metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), ferric reducing antioxidant power (FRAP), 2,2'-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) (ABTS), dan cupric reducing antioxidant power (CUPRAC)) yang maksimal. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu screening genotipe unggul (Tahap 1), evaluasi umur panen optimum (Tahap 2), dan optimasi ekstraksi dengan target inhibisi enzim α-glukosidase (Tahap 3). Hasil evaluasi genotipe menunjukkan bahwa G7 (F7 Clemson × Stripe-3-10-15B) menghasilkan kandungan TPC, TFC, dan kapasitas antioksidan FRAP tertinggi, berturut-turut sebesar 0.98 mg/g fresh weight (fw), 0.35 mg/g fw, dan 5.13 µmol/g fw. Di sisi lain, G2 juga menghasilkan kapasitas antioksidan FRAP, DPPH, dan ABTS tertinggi, yaitu 5.13 µmol/g fw, 6.33 µmol/g fw, dan 10.17 µmol/g fw. Sementara itu kapasitas antioksidan CUPRAC tertinggi dihasilkan oleh G1 sebesar 5.49 µmol/g fw. Hasil uji kontras ortogonal menunjukkan bahwa terdapat beda nyata antara kelompok okra merah dan hijau terhadap TFC, DPPH, FRAP, dan CUPRAC. Analisis multivariat menyimpulkan bahwa G7 memiliki kelimpahan terhadap hampir semua respon, kecuali CUPRAC. Penelitian Tahap 1 menyimpulkan bahwa jenis genotipe tanaman okra sangat berpengaruh terhadap kandungan polifenol dan kapasitas antioksidan dan G7 terbukti lebih unggul dibandingkan genotipe lainnya. Kandungan TPC dan TFC keempat genotipe menunjukkan nilai tertinggi pada hari ke-7 setelah antesis dengan kisaran berturut-turut sebesar 0.31 ± 0.05 hingga 0.98 ± 0.04 mg/g fresh weight (fw) dan 0.19 ± 0.05 hingga 0.35 ± 0.01 mg/g fw. Evaluasi kapasitas antioksidan okra juga menunjukkan hasil tertinggi pada hari ke-7 setelah antesis. Kapasitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh metode ABTS yang memiliki kisaran rerata antara 3.21 ± 0.29 hingga 11.10 ± 1.24 µmol/g fw. Sementara itu, metode lainnya menghasilkan kapasitas antioksidan dengan kisaran rerata 1.76 ± 0.18 hingga 6.33 ± 0.42 µmol TE/g fw (DPPH), 2.12 ± 0.09 hingga 5.13 ± 0.14 µmol TE/g fw (FRAP), dan 1.55 ± 0.05 hingga 5.49 ± 0.46 µmol TE/g fw (CUPRAC). Penelitian Tahap 2 menyimpulkan bahwa kandungan polifenol dan kapasitas antioksidan tanaman okra dipengaruhi oleh umur panen dan jenis genotipe yang digunakan. Hasil optimasi ekstraksi menunjukkan bahwa kondisi optimum digambarkan dengan nilai desirability sebesar 0.916 dengan kombinasi faktor berupa durasi ekstraksi selama 3.301 menit, konsentrasi etanol 64.573%, dan rasio padatan-cairan sebesar 1:20. Hasil evaluasi aktivitas penghambatan α-glukosidase menunjukkan bahwa sampel okra yang dioptimasi menghasilkan nilai aktivitas inhibisi α-glukosidase (AGI) yang lebih tinggi dibandingkan sampel yang tidak dioptimasi, berturut-turut sebesar 20.81% dan 11.31%. Penelitian Tahap 3 menyimpulkan bahwa durasi ekstraksi, konsentrasi pelarut, dan rasio padatan-cairan memiliki pengaruh signifikan terhadap respon TPC, TFC, DPPH, FRAP, ABTS, CUPRAC, dan nilai AGI.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152751
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4143]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository