| dc.description.abstract | Pertambangan pasir merupakan sektor usaha yang berpengaruh baik positif
maupun negatif terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar. Salah satu
dampak positifnya yaitu menjadi alternatif mata pencaharian dan peningkatan
produktivitas ekonomi masyarakat dan wilayah setempat. Disisi lain, pertambangan
pasir memberikan dampak negatif diantaranya terganggunya kualitas kesuburan
lahan pascatambang. Oleh karena itu, diperlukan kajian obyektif untuk mengetahui
pengaruh aktivitas pertambangan pasir dan dinamika perubahannya terhadap
kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi di sekitar area aktivitas
penambangan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan
Sumbersari dan Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember dari bulan
Maret hingga Juni 2023. Metode penelitian ini mencakup klasifikasi visual citra
Google Earth, analisis skala likert, analisis nilai land rent, dan dan analisis
laboratorium. Luasan lahan yang telah ditambang pasirnya di Kelurahan Wirolegi
dan Desa Mrawan mengalami peningkatan dari seluas 15,24 Ha tahun 2010 menjadi
31,27 Ha tahun 2016 dan 47,80 Ha tahun 2022. Masyarakat cenderung “setuju”
bahwa pertambangan pasir meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan
masyarakat, menciptakan alternatif usaha di lingkungan sekitar dan lahan
pascatambang, dan terjalinnya hubungan baikn antara pengusaha dengan warga
sekitar. Selain itu, masyarakat berpersepsi “tidak setuju” bahwa pertambangan pasir
berpengaruh positif terhadap sektor lingkungan, karena terjadi penurunan kualitas
air dan udara bersih di area sekitar pertambangan. Perbedaan land rent lahan belum
ditambang dan pascatambang dipengaruhi oleh pola pertanaman. Lahan belum
ditambang dan pascatambang yang memiliki pola pertanaman serupa hanya
menunjukkan adanya perbedaan nyata pada pola tanam "padi-padi-padi".
Berdasarkan rerata land rent, lahan belum ditambang memiliki nilai lebih tinggi
sebesar 526,32 rupiah/ m2/ tahun dibandingkan lahan pascatambang. Aktivitas
penambangan pasir berpengaruh terhadap beberapa parameter kualitas tanah, yang
mana terjadi peningkatan fraksi pasir pada tekstur tanah, penurunan status
Kapasitas tukar kation dan N-total, serta peningkatan status K-dapat dipertukarkan. | id |