View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemanfaatan sari buah melon dan sari wortel sebagai pengencer alternatif semen domba garut

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (6.710Mb)
      Date
      2002
      Author
      Yulnawati
      Setiadi, M Agus
      Herdis
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian bertujuan untuk mencari alternatif bahan pengencer semen domba garut dengan memanfaaatkan sumber daya alam yang ada. Dalam penelitian ini digunakan 3 jenis pengencer dengan beberapa kombinasi kadar kuning telur, yaitu sari buah melon kuning telur 20%, 30% dan 40% (A, B, C) dan sari wortel kuning telur 20%, 30% dan 40% (D, E, F) sebagai perlakuan, serta Tris kuning telur 20% (G) sebagai kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase motilitas progresif, persentase hidup dan persentase membran plasma utuh (MPU) hingga hari keempat penyimpanan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai hari keempat pengamatan persentase motilitas pada perlakuan A,B,C,D,E,F, dan G secara berurutan adalah 25,00%, 27,50%, 29,17%, 19,17%, 23,33%, 26,67%, dan 40,83%. Terdapat beda yang nyata antara kelompok perlakuan dengan kontrol (P<0,05) dan antara perlakuan B dan C dengan perlakuan D. Persentase hidup spermatozoa pada pengencer pada kelompok A,B,C,D,E,F dan G secara berturut-turut adalah 62,33%, 61,83%, 62,83%, 58,83%, 59,17%, 60,33 % dan 67,00 %. Secara statistik, tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) antara perlakuan dengan kontrol maupun antara kelompok perlakuan itu sendiri. Persentase MPU pada hari keempat pengamatan menunjukkan hasil secara berturut-turut adalah 56,50%, 59,00 %, 59,83 %, 55,50%, 55,00 %, 55,17% dan 60,50% untuk kelompok A,B,C,D,E,F dan G. Terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) antara kelompok perlakuan D,E,F dengan kontrol G, namun tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) antara perlakuan A,B,C dengan kontrol G. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengencer sari buah melon kuning telur 40% (C) adalah jenis pengencer alternatif yang paling mendekati kemampuan Tris kuning telur 20% dalam mempertahankan motilitas, daya hidup dan MPU spermatozoa domba garut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152341
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository