| dc.description.abstract | Isu pengurangan emisi karbon pada penebangan telah menjadi isu utama dalam beberapa tahun terakhir ini di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kegiatan pengelolaan hutan yang tidak tepat menyebabkan menurunnya kualitas hutan dan dapat menurunkan simpanan karbon yang ada pada hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan-perubahan stok karbon yang terjadi akibat kegiatan pemanenan hutan dan mengetahui apakah simpanan karbon hutan alam bekas tebangan dapat kembali seperti simpanan karbon pada hutan primer, sehingga penelitian ini juga mendukung konsep tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang merupakan konsep baru untuk periode 2015 sampai 2030. Berdasarkan hasil pemodelan dinamika sistem bahwa simpanan karbon hutan alam PT Carus Indonesia dapat meningkatkan simpanan karbon hingga mencapai seperti besar simpanan karbon pada hutan primer pada siklus kedua dalam kurun waktu 18 sampai 19 tahun, tetapi jika diterapkan sistem TPTII, simpanan karbon akan meningkat lebih cepat dan dapat mencapai seperti besar simpanan karbon hutan primer dalam kurun waktu 11 tahun setelah penebangan pada siklus kedua. Kemampuan tegakan tinggal dan stok karbon yang dapat kembali ke kondisi semula menjadi indikasi bahwa pengelolaan hutan di PT Carus Indonesia dapat berjalan secara lestari.
Kata kunci: Stok karbon, hutan bekas tebangan, hutan primer | id |