Show simple item record

dc.contributor.advisorSinukaban, Naik
dc.contributor.advisorSudarmo
dc.contributor.authorMarlina, Lanita
dc.date.accessioned2024-05-13T02:22:14Z
dc.date.available2024-05-13T02:22:14Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149262
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas beberapa teknik pengelolaan air dalam memperbaiki beberapa sifat kimia tanah sulfat masam yang telah dikapur hingga mencapai pH 5.5 dan pengaruhnya terhadap produksi padi varietas IR-42. Pada dasarnya teknik pengelolaan air yang dilakukan meliputi penggenangan dan pencucian. Pada perlakuan CO; air genangan dibuang sekali dalam sehari (pencucian setiap hari). Pada perlakuan C1, C2 dan C3; secara berturut-turut, air genangan dibuang sekali dalam 10 hari (pencucian 10 hari sekali), 20 hari (pencucian 20 hari sekali) dan 30 hari (pencucian 30 hari sekali). Pada perlakuan C4 tanah digenangi 10 hari lalu dibiarkan dalam kapasitas lapang 10 hari, dilakukan secara bergantian. Perlakuan C5 tanah digenangi terus menerus tanpa pencucian dan perlakuan C6; tanah dibiarkan pada kondisi kapasitas lapang terus menerus. Parameter sifat kimia tanah yang diamati adalah pH H₂O, EC (DHL), Ca-dd, Mg-dd, K-dd, Na-dd, Mn-bebas, SO² dan Al-dd. Parameter pertumbuhan tanaman yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah anakan sedangkan parameter produksi yang diamati adalah jumlah malai, berat jerami kering, berat gabah kering dan berat gabah bernas kering. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan serta produksi tanaman padi dilakukan analisis ragam dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tanah nyata meningkat dengan semakin intensifnya pencucian dan sebaliknya nilai DHL, dan konsentrasi Mn-bebas menurun dengan semakin intensifnya pencucian. Tanah yang diberi perlakuan C6 memiliki nilai DHL dan konsentrasi Na-dd, Ca-dd, Mn-bebas, Al-dd dan SO, lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pencucian yang intensif pada perlakuan Co dapat menghasilkan produksi gabah yang paling tinggi yaitu 49.95 g/pot tetapi tanah yang tidak diberi perlakuan pencucian (C5) dan kapasitas lapang (C6) hanya menghasilkan produksi gabah secara bertut-turut sebesar 29.02 g/pot dan 17.69 g/pot. Berat gabah pada perlakuan CO secara statistik tidak berbeda nyata dengan berat gabah pada perlakuan C1, C2, C3 dan C4.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcSulphateid
dc.titleTeknik pengelolaan air untuk rehabilitasi tanah sulfat masam dan pengaruhnya terhadap produksi padi varietas IR-42id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record