| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara kedalaman dengan kandungan pirit serta faktor penyebab hubungan tersebut pada tanah di daerah Pulau Rimau, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Uni
Untuk mencapai maksud tersebut, dilakukan pengamatan dengan pemboran profil terhadap tingkat kemasaman tanah sebelum dan sesudah oksidasi dengan H202 30 persen, warna matriks dan becak, ketebalan lapisan masing-masing profil, pengamatan terhadap keadaan lingkungan dari profil, serta dilakukan pengambilan contoh tanah untuk dianalisis di laboratorium dari masing-masing lapisan. Analisis yang di- lakukan meliputi kemasaman tanah (pH), kadar pirit, kadar sulfat, bahan organik, kadar air lapang, tekstur tanah tiga fraksi, dan penghitungan nilai n, serta penetapan tingkat kematangan tanah masing-masing lapisan.
Pengaruh perbedaan waktu pengendapan bahan tanah dan perbedaan intensitas oksidasi dalam tanah ternyata mengakibatkan terbentuknya hubungan antara kandungan pirit dengan kedalaman. Peda profil 1, 2, 3, 4, dan 5 terdapat kecenderungan
kandungan pirit yang semakin besar sesuai dengan
bertambahnya kedalaman. Hal ini berhubungan dengan adanya perbedaan waktu pengendapan bahan tanah dan perbedaan intensitas oksidasi antara lapisan atas dengan lapisan bawah.
Profil 6 kecenderungan kandungan pirit yang lebih besar dengan meningkatnya kedalaman lebih banyak berkaitan dengan adanya perbedaan intensitas oksidasi. Intensitas oksidasi lapisan atas lebih besar dan disertai dengan adanya pencucian sulfat ke lapisan bawah.
Sampai kedalaman pengamatan, di daerah Pulau Rimau, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dijumpai kecenderungan kandungan pirit yang semakin besar sesuai dengan bertambahnya kedalaman. | id |