Show simple item record

dc.contributor.advisorWinagera, Hidayat
dc.contributor.authorHartati, Wahjuni
dc.date.accessioned2024-05-13T01:24:30Z
dc.date.available2024-05-13T01:24:30Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149208
dc.description.abstractTujuan penelitian adalah untuk mengamati proses-proses pedogenesis yang terjadi pada beberapa profil tanah Latosol dengan vegetasi yang berbeda, yakni Pinus dan bukan Pinus, dan mengklaskan tanah tersebut kedalam Sistem Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff, 1975), serta melihat hubungan antara keduanya. Bahan yang digunakan berupa contoh-contoh tanah Latosol. Lokasi profil tanah ditentukan berdasarkan perbedaan vegetasi yang mendominasinya, yaitu Pinus dan Ganophyllum palcatum, Imperata cylindrica serta Melastoma sp yang merupakan tanaman bukan Pinus. Orientasi proses-proses pedogenesis ditinjau dari penyebaran liat, nilai molekular Si02/R203 pada horison eluviasi dan iluviasi. Baik profil dengan vegetasi Pinus maupun bukan Pinus terjadi proses liksiviasi dan podsolisasi lemah dan proses liksiviasi merupakan proses yang dominan. Perbedaan vegetasi, yakni Pinus dan bukan Pinus tidak menyebabkan perbedaan proses pedogenesis yang nyata, tetapi hanya menyebabkan perbedaan dalam kisaran nilai pH tanah. Profil dengan vegetasi Pinus mempunyai kisaran nilai terendah. Perbedaan ini tidak menunjang hipotesis yang dikemukakan, bahkan berlaku sebaliknya dimana penyebaran nilai R203 menunjukkan nilai yang besar pada profil- profil yang bervegetasi bukan tanaman Pinus. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan aktifitas air dalam tubuh tanah karena perbedaan letak dan kemiringan lereng. Hasil klasifikasi tanah berdasarkan Sistem Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff, 1975), baik profil Ta, Ta₂, maupun Taz tergolong sebagai Tropohumult Tipik (Tyvic Tro- bohumult). Sistem Soepraptohardjo (1961) menggolongkan profil Ta₁ sebagai Latosol Coklat Kemerahan, Ta₂ sebagai Latosol Coklat Tua Kemerahan, dan Taz sebagai Latosol Co- klat. Memperhatikan klasifikasi tanah dan proses-proses pedogenesis terlihat adanya hubungan antara sistem klasifikasi Taksonomi Tanah (Soil Survey Staff, 1975) dengan proses-proses pedogenesis, sedangkan Sistem Soepraptohardjo (1961) kurang berkorelasi erat dengan proses-proses pedogenesis yang terjadi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengamatan prosesid
dc.subject.ddcproses pedogenesis dan klasifikasi tanah dari beberapa profil tanah latosol yang di tanami pinus dan bukan pinus di kebun percobaan pasir hantap kecamatan nagrak, kabupaten sukabumiid
dc.titlePengamatan proses-proses pedogenesis dan klasifikasi tanah dari beberapa profil tanah latosol yang di tanami pinus dan bukan pinus di kebun percobaan pasir hantap kecamatan nagrak, kabupaten sukabumiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record