| dc.description.abstract | Penelitian ini diawali dengan pembuatan peta kerja, pengambilan contoh tanah, pengukuran permeabilitas, analisa C-organik dan terakhir dilakukan analisa tekstur. Bahan yang dipakai ialah data curah hujan dari stasiun Saguling, peta topografi skala 1: 25 000, peta tanah skala 1: 250 000. Pengambilan contoh tanah dengan menggunakan metode Grid sebanyak 41 contoh tanah dengan kerapatan 2 per Km. Untuk menentukan faktor erodibilitas tanah dan faktor kemiringan dan panjang lereng menggunakan persamaan yang dikemukakan oleh Wischmeier dan Smith (1978), faktor erosivitas tanah menggunakan persamaan Bols (1978) dan menentukan IBE menggunakan persamaan Hammer (1981).
Daerah penelitian mempunyai nilai K rendah yang paling tinggi. Nilai K tinggi dijumpai pada tanah-tanah yang mempunyai kandungan bahan organik rendah, liat sedang, debu tinggi dan pasir rendah, sedangkan K rendah dijumpai pada tanah-tanah yang mempunyai kandungan bahan organik tinggi, liat tinggi, debu rendah dan pasir tinggi. Faktor LS di tempat penelitian baik tinggi maupun rendah belum tentu dapat digunakan untuk menentukan besarnya erosi, hal ini disebabkan karena penentuan nilai LS masih tergantung dengan kondisi-kondisi setempat dimana pengukuran dilakukan. Faktor erosivitas hujan dalam penelitian
ini dihitung selama 6 tahun, hal ini diakibatkan karena keterbatasan data; yang seharusnya dihitung selama 22 tahun.
Erosi potensial di daerah penelitian 2 817.0, 999.3, dan 939.8 ton/ha/thn dimana SPT I>SPT II>SPT III. | id |