Show simple item record

dc.contributor.advisorSantosa, Imam
dc.contributor.authorAndajani, Dwiatri
dc.date.accessioned2024-05-07T07:41:36Z
dc.date.available2024-05-07T07:41:36Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148932
dc.description.abstractDalam kelompok komoditi perkebunan yang menghasilkan devisa, teh menduduki urutan keempat setelah karet, minyak kelapa sawit dan kopi. Selain mendatangkan keuntungan bagi negara industri teh juga memberikan kehidupan kepada kurang lebih 1 juta karyawan perkebunan dan keluarganya disamping 0.5 juta petani teh dan keluarganya yang mengusahakan 48000 hektar pertanaman rakyat (Iskandar, 1984c). Pada dasarnya hasil tanaman teh di berbagai tempat dan kebun berbeda dalam hal kualitas dan kuantitasnya yang anta- ra lain dipengaruhi oleh ketinggian tempat atau kebun dari permukaan laut, keadaan tanah dan iklim, jenis tanaman dan teknik pemeliharaan. Cara pemetikan hasil juga ikut menen- tukan banyak sedikitnya hasil kebun. Di kebun milik perusa- haan besar cara memungut hasil seringkali diselaraskan dengan permintaan dan harga di pasaran. Jika permintaan akan teh banyak dan harganya baik maka umumnya yang dikerjakan adalah petikan sedang dan kasar, tetapi jika harga teh kurang baik dan permintaan kurang maka petikan yang dilakukan adalah pe- tikan sedang dan halus, bahkan petikan pucuk putih atau pe- tikan imperial sering dilakukan. Di pasaran dikenal adanya teh hijau dan teh hitam, di- mana perbedaan diantara keduanya terletak pada cara ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTinjauan Terhadap Komoditi Teh Dan Permasalahannyaid
dc.titleTinjauan Terhadap Komoditi Teh Dan Permasalahannyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record