| dc.description.abstract | Melalui perkembangan yang cepat di bidang teknologi penerbangan, manusia mulai menggunakan wahana antariksa untuk pengamatan dan pengukuran parameter-parameter meteo- rologi. Diluncurkannya Satelit TIROS (Television and Infrared Observation Satellite) 1 April 1960 merupakan tonggak sejarah baru dunia meteorologi, yaitu digunakannya satelit untuk observasi cuaca. Data keadaan atmosfer di- kirimkan ke stasiun pemroses data di bumi.
Di stasiun pemroses data, dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk memanfaatkan data tersebut. Sensor TOVS (Tiros Operational Vertical Sounder) pada seri NOAA-8 dan NOAA-9 dipakai untuk mengamati suhu dan uap air atmosfer. Analisi data yang memadai dari para ahli meteorologi, me- nentukan kegunaan data ini. Hal inilah yang melatarbela- kangi dilakukannya telaah lapang, disamping untuk mengenal mekanisme kerja di Stasiun Bumi Satelit Lingkungan dan Cu- aca, Pusat Pemanfaatan Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Pekayon, Jakarta.
Data suhu dan uap air diamati dari permukaan bumi sampai ketinggian 300 milibar. Melalui persamaan hidro- statik dihitung ketinggian parameter suhu dan kandungan u- ap air di atas permukaan laut (dalam satuan meter), serta besarnya air yang dapat dicurahkan (precipitable water). Air yang dapat dicurahkan adalah jumlah kandungan air ko- lom udara vertikal di atas permukaan yang dapat dicurahkan. ... | id |