| dc.description.abstract | Air merupakan komponen penting bagi semua tanaman. Air dapat hilang dari tanaman melalui beberapa cara, dian- taranya melalui transpirasi. Proses ini sangat penting artinya bagi ketersediaan air dalam tanah terutama daerah perakaran. Karena proses ini akhirnya akan membuat air tanah menjadi terbatas, hal ini merupakan bahaya paling besar untuk tanaman hutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan air, cahaya, dan luas daun terhadap transpi- rasi dan hantaran stomata anakan pohon Balau (Hopea odor- ata Roxb.).
Penelitian ini berlangsung di rumah kaca IPB Baranang- siang pada pertengahan Juli-awal Oktober 1987 dengan ke- tinggian 250 m di atas permukaan laut.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berfaktorial dengan 2x2x2 taraf, terdiri dari I, dan 12 (tempat tanpa naungan dan naungan); A₁ dan A2 (air terpe- nuhi dan air tercekam rcekam); y dan L2 (luas daun antara 0.150- m² dan luas daun antara 0.075-0.100m²). 0.250 m²
Pola transpirasi tanaman yang cukup air akan mengiku- ti pola evaporasi atmosfer, tetapi tanaman yang tercekam tidak mengikuti pola tersebut. ... | id |